

salah satu even yang berhasil merubah penampilanku dan teman2ku adalah even kondangan. pasalnya, yang tadinya enggan untuk ber-gaya, jadi tampak gaya. bukannya berkepribadian ganda, tapi menyesuaikan diri geetooo. masa ke kondangan pake sepatu kets ato kaos sich kan malu sama orang, ntar dikira mau olah raga lagi, hehe...

Bermimpi boleh saja kan?? Karena, mimpi akan menggerakkan diri untuk senantiasa mewujudkannya. Karena, hari ini adalah mimpiku dihari kemarin. Saya, yang beberapa waktu lalu sempat takut untuk sekedar bermimpi yang tentu saja gratis, kini mulai ketagihan. Ketika kita bersungguh-sungguh untuk mencapainya maka siapkan diri untuk menjemput impian itu, sesungguhnya Ia telah menunggumu menjemputnya meski melalui proses yang panjang, Ia akan tetap menunggu. Sekarang, mungkin proses itu baru sampai tahap menjadi “raja budax”, begitu teman-temanku menyebutnya. Pasalnya, sejak saya berkecimpung di lapangan, baik itu outbound ataupun penanganan bencana, saya kebagian ngasuh’ Anak-anak, dengan simulasi-simulasi ringan. Bermain dengan anak, sangat menguras energi, gimana nggak? Anak adalah manusia kecil yang tak kenal lelah, mereka bisa bertahan untuk terus bermain, selama permainan itu menarik baginya. Al-hasil, terkadang setelah bermain, suara saya menjadi serak dan mandi keringat. Ketika lelah melanda, sering saya mendengar “kak, besok main lagi yah???” ucapan itu muncul dari bibir-bibir mungil mereka. Dalam hatiku berkata “ aduh de, kakak minta ampuuunnnn, gak mau lagi, capee!” namun, melihat mata mereka yang berbinar penuh harap dan hembusan nafas yang sedikit ngos-ngosan namun tetap terlihat penuh energi, saya tak kuasa menolak, “iya de, nanti main lagi ya…!” begitulah akhirnya. Menjalaninya dengan senang hati bagai kembali ke masa kecil yang tanpa beban, bebas melakukan apa yang diinginkan dan tak kenal kata “sibuk!”.
Saya pun tak mengerti, lingkungan selalu mengarahkanku pada anak-anak, meskipun saya mengarahkan diri pada dunia kerja. Sempat saya mencoba menjadi fasilitator untuk orang dewasa, bisa! Namun tidak seindah bersama anak-anak.
The last, seorang sahabat sempat berkata pada saya ketika saya berada dalam kondisi tak berani berharap “orang Indonesia itu ya! Mimpi aja takut! Payah!”. Berhari-hari Saya memikirkan kalimat itu, lalu mulailah saya bermimpi dan setelah melalui proses, mimpi itupun terwujud. Saya mengulanginya dengan mimpi yang lain, terjadi dan terjadi lagi. So, jangan pernah takut untuk bermimpi, karena mimpi itu gratis, mudah dan bisa dilakukan dimana saja ;)
Sekedar ”waas” mengingat masa lalu.. sy sempat mengalami menggunakan strika arang seperti itu. Subhanalloh... indahnya sebuah proses! Sekarang ini, hampir semua orang sudah menggunakan strika tenaga listrik yang jelas lebih praktis dan ringan. Kenangan ini muncul saat sy mengunjungi museum geologi, makanya langsung aja ”jepret” untuk mengabadikan kenangan ini, dan berbagi dengan kalian...





Perjalanan maha panjang menuju situ lembang
Salah satu organisasi yang saya geluti, yang kali ini membawa saya dalam Perjalanan maha panjang menuju situ lembang. Apalagi kalau bukan HI ! organisasi berusia remaja, yang sederhana namun penuh semangat.
Situ lembang yang saya kunjungi ini terasa tak begitu menawan. Padahal dari hasil jepretan kamera amatir terlihat lumayan lah.. mungkinkah lelahnya perjalanan menghapus keindahan yang tercipta?. Pasalnya perjalanan menuju dan meninggalkan tempat itu ditempuh dengan kaki selama kurang lebih 2 x 4 jam. Sebenarnya bisa saja menggunakan mobil, tapi itulah seni-nya HI, memaksimalkan potensi kaki yang kita miliki. Dan, kenyataannya, kita sebenarnya mampu untuk itu! Bahkan lebih dari itu- asalkan ada niat dan keberanian mencoba. Berikut ini beberapa keterangan foto2 yang diambil pukul 8 pagi: 1. bakar ayam bersama, menyantapnya juga bersama. 2.suasana situ yang masih berkabut, dinginnya maaaa 3. tampak seseorang sedang memancing mentari, nggak ding itu bayangan matahari di air situ 4. subhanalloh, ada pohon tanpa daun, menjulang kelangit meski berupa rangka, tetap tampak tegar. 5&6. pemandangan saat meninggalkan lembang.




Bismillah, mohon do’a dari sahabat semua, untuk bangsa kita, khususnya yang terkena musibah gempa di jawa tengah dan sekitarnya. Mungkin tidak banyak yang dapat kita lakukan, namun do’a yang tulus dan pertolongan nyata dapat meringankan beban mereka.
Pamit, saya bersama tim psikologi dan teman2 relawan lainnya yang berada dibawah payung Posko JawaBarat, akan pergi ke daerah jogja-bantul-imogiri untuk ”melakukan apa yang bisa kami lakukan” khususnya pasca gempa ini. Semoga Alloh selalu membimbing kita, Amin..