04 September, 2006

Cinta ya Cinta

Cinta itu ada dan harus ada
Karena cinta kita ada
Untuk cinta kita ada
Cinta memberi kehidupan
Kehidupan untuk meraih cinta hakiki
Seorang sahabat memberiku sebuah artikel, aku merasa tertantang untuk mengomentarinya, dan ide-pun muncul, setelah sebelumnya bingung aku dibuatnya, bingung yang tiada habis, bingung yang membuatku ingin terus berfikir, bingung yang semoga membuatku produktif.
membahas cinta memang takkan pernah habis, takkan pernah bosan, dan tak akan selalu sama. namun cinta itu sendiri membuat perbedaan menjadi indah.
Seorang sahabat pernah berkata padaku; "Cinta itu hebat lo, bisa bikin sakit-sekaligus bisa bikin kuat. Bikin senang juga sedih, sayang-benci. makanya banyak yang senang mencintai walau harus menderita".
Terlepas dari benar tidaknya ungkapan itu dalam kenyataan juga terlepas dari pertanyaan cinta kepada siapa, dapat diambil intinya bahwa cinta, mencintai dan dicintai adalah sebuah kebutuhan, bukan keingian ataupun keharusan.
cinta itu, kadang datang tanpa diundang dan pergi tanpa diantar. kadang pula datang harus dijemput bahkan dikejar.
memang, ketika diri terserang Virus Merah Jambu, dunia terasa begitu penuh warna, indah, menarik, bahkan lucu.Makanya, orang yang terkena VMJ itu selalu tampak ceria dan banyak tersenyum. Jika begini kenyataannya, alangkah indahnya bila semua insan terkena virus ini secara menetap. Dunia akan penuh dengan senyum dan optimisme. Namun, sayangnya keberadaan virus ini kadang meresahkan Hati dan mungkin melenakan, itu karena ada pihak* yang berusaha membuatnya berlebihan, sehingga cinta tak lagi indah.
hanya ada satu pilihan untuk itu;
Mencintai dengan tulus;memberi tanpa menuntut, menerima tanpa mengeluh dan Mencintai dengan wajar juga Mengerti.
Pilihan ini berlaku untuk cinta kepada siapapun, karna cinta itu bebas, tidah memihak dan tidak dapat dipaksa. ia bisa datang dan menghilang, karena Sang pemilik cinta Maha pembolak balik Hati*.
Cinta mengAda di dunia
mengandung kejujuran dan ketulusan
menebarkan kebaikan dan keindahan
menguatkan dan memberi kehidupan
wahai sang pemberi cinta,
Rangkullah aku dalam hangat kasihmu
Berkorban untukmu sluruh hidupku
Merindumu dalam setiap degup jantungku
mengingatmu dalam setiap tarikan nafasku
kala ramai juga sepi
senang juga susah
untuk menggapai cintaMu, Tuhan

4 September 06, 00:43
With Love,
-Keu-
Tergugah dari artikel berjudul :
"Jika Tuhan Bersenda Gurau" karya Miranda Risang Ayu

Tentang Dia


Waktu badanku berpeluh kesah
Kau eratkan nadiku yang bersimbah darah
Tengadahkan sakitku dengan senyuman
Kemanakah kaki-Mu berjalan
Saat bola mataku mengendur
Tabahkanlah akalku yang inginkan pejam
Meski ragaku tak lagi beralur
Lapangkanlah lubang hatiku yang terhujam
Dia datang disaat yang tepat
Dengan karakter yang unik
Membawa kesegaran yang telah lama hilang
dari hati seorang insan
pertemuan yang terjalin dengan sederhana
namun memberikan arti yang sangat dalam
meski bukan sebuah harapan dimasa lalu
namun menjadi anugerah yang indah
hadirnya membuat senang
tiadanya membuat hilang
diamnya adalah lukaku
cerianya adalah sukaku
Adakah diri-Mu dipenuhi oleh jiwa
Adakah cinta-Mu berjasad nyata
Yang membuatku mencari dan berangan
Yang membuatku pergi dengan lambaian
(duet; aku dan sahabat)

Sunggingan senyum yang aneh...!

05 Agustus, 2006

kondangan style


salah satu even yang berhasil merubah penampilanku dan teman2ku adalah even kondangan. pasalnya, yang tadinya enggan untuk ber-gaya, jadi tampak gaya. bukannya berkepribadian ganda, tapi menyesuaikan diri geetooo. masa ke kondangan pake sepatu kets ato kaos sich kan malu sama orang, ntar dikira mau olah raga lagi, hehe...
menghadiri kondangan bersama teman2, memotivasi kami untuk menjadi mempelai selanjutnya :) sebuah masa yang tentu akan datang bila sudah masanya...

Galeri Relawan ceria


A step to Be a super trainer!!



Bermimpi boleh saja kan?? Karena, mimpi akan menggerakkan diri untuk senantiasa mewujudkannya. Karena, hari ini adalah mimpiku dihari kemarin. Saya, yang beberapa waktu lalu sempat takut untuk sekedar bermimpi yang tentu saja gratis, kini mulai ketagihan. Ketika kita bersungguh-sungguh untuk mencapainya maka siapkan diri untuk menjemput impian itu, sesungguhnya Ia telah menunggumu menjemputnya meski melalui proses yang panjang, Ia akan tetap menunggu. Sekarang, mungkin proses itu baru sampai tahap menjadi “raja budax”, begitu teman-temanku menyebutnya. Pasalnya, sejak saya berkecimpung di lapangan, baik itu outbound ataupun penanganan bencana, saya kebagian ngasuh’ Anak-anak, dengan simulasi-simulasi ringan.

Bermain dengan anak, sangat menguras energi, gimana nggak? Anak adalah manusia kecil yang tak kenal lelah, mereka bisa bertahan untuk terus bermain, selama permainan itu menarik baginya. Al-hasil, terkadang setelah bermain, suara saya menjadi serak dan mandi keringat. Ketika lelah melanda, sering saya mendengar “kak, besok main lagi yah???” ucapan itu muncul dari bibir-bibir mungil mereka. Dalam hatiku berkata “ aduh de, kakak minta ampuuunnnn, gak mau lagi, capee!” namun, melihat mata mereka yang berbinar penuh harap dan hembusan nafas yang sedikit ngos-ngosan namun tetap terlihat penuh energi, saya tak kuasa menolak, “iya de, nanti main lagi ya…!” begitulah akhirnya. Menjalaninya dengan senang hati bagai kembali ke masa kecil yang tanpa beban, bebas melakukan apa yang diinginkan dan tak kenal kata “sibuk!”.

Saya pun tak mengerti, lingkungan selalu mengarahkanku pada anak-anak, meskipun saya mengarahkan diri pada dunia kerja. Sempat saya mencoba menjadi fasilitator untuk orang dewasa, bisa! Namun tidak seindah bersama anak-anak.

The last, seorang sahabat sempat berkata pada saya ketika saya berada dalam kondisi tak berani berharap “orang Indonesia itu ya! Mimpi aja takut! Payah!”. Berhari-hari Saya memikirkan kalimat itu, lalu mulailah saya bermimpi dan setelah melalui proses, mimpi itupun terwujud. Saya mengulanginya dengan mimpi yang lain, terjadi dan terjadi lagi. So, jangan pernah takut untuk bermimpi, karena mimpi itu gratis, mudah dan bisa dilakukan dimana saja ;)

Galeri damai lautku


16 Juli, 2006

Strika tenaga arang

Sekedar ”waas” mengingat masa lalu.. sy sempat mengalami menggunakan strika arang seperti itu. Subhanalloh... indahnya sebuah proses! Sekarang ini, hampir semua orang sudah menggunakan strika tenaga listrik yang jelas lebih praktis dan ringan. Kenangan ini muncul saat sy mengunjungi museum geologi, makanya langsung aja ”jepret” untuk mengabadikan kenangan ini, dan berbagi dengan kalian...