16 Juni, 2014

Wajah Kereta api pada juni 2014

inke's pic
15 juni 2014 kemarin, saya, suami dan 2 anak pergi ke cimahi dari kiaracondong, menggunakan kereta api. Angkutan umum massal ini sengaja kami pilih, karena selain cepat dan murah, juga untuk memberi pengalaman lain pada anak-anak, karena jarang sekali menggunakan KA. Bahkan saya bertemu dengan seorang teman yang membawa serta anaknya, mereka hanya ingin merasakan perjalanan menggunakan kereta, tanpa ada tempat yang dituju. Katanya mereka akan berangkat ke perhentian terakhir KA ini, dan kembali ke stasiun tempat mereka naik.
Sudah setahun lebih saya tidak menggunakan KA, perjalanan kali ini terasa nyaman. berhubung perjalanan dalam kota, ongkos KRD pun sangat murah, hanya rp.1.500/tiket/orang dan tiket berlaku bagi penumpang, mulai usia 2 tahun.
Jika dahulu, banyak sekali pedagang dan pengemis yang turut masuk kedalam kereta, kini hampir bisa dikatakan tidak ada. Setidaknya saat keberangkatan, saya tidak menemukan penjual dan pengemis berkeliaran di dalam KA ekonomi ini. Meski ada sedikit rasa kehilangan pada pedagang di KA, namun tak dipungkiri kalau kenyamanan dan kebersihan yang dirasakan dalam perjalanan, jauh lebih penting ketimbang belanja barang/ buah-buahan super banyak dan murah, yang hanya bisa diperoleh dalam perjalanan di KA ekonomi atau bis ekonomi.
Tak ada lagi asap rokok berkeliaran di KA, colokan untuk mengisi daya HP pun ternyata berfungsi dengan baik (melihat seorang penumpang yang 'ngecas' HP nya dengan nyaman). Perbaikan fasilitas dan sistem di KA ini sudah terlihat dari sistem tiketing yang ketat dan penjagaan di area jalur kereta, yang hanya dibuka jika kereta hampir sampai.

inke's pict
Dari sekian perbaikan yang sudah dicapai, tentu ada kekurangan yang masih nampak. Satu, meskipun kini kebersihan lantai kereta bukan lagi disapu oleh pengemis yang memohon belas kasihan penumpang, melainkan oleh petugas kebersihan yang berseragam, namun sampah-sampah yang telah terkumpul malah dijatuhkan begitu saja keluar kereta. Itu berarti, hanya memindahkan sampah yang berserakan di dalam kereta, mencari berserakan diluar kereta. Padahal, menurut saya, bisa saja sampah itu dimasukkan kedalam satu wadah plastik yang nantinya dibuang pada tempatnya.
Sebenarnya sih terbesit prasangka baik, bisa saja petugas itu membuang sampah di titik yang sudah ditentukan akan ada petugas yang membersihkannya dari luar. Namun alangkah tidak simpel jika begitu adanya. Dan saya yakin, prasangka baik itu hanya ada dalam pikiran saya sendiri, karena sayapun membuktikan kalau daerah diluar kereta begitu kotor dan banyak sampah.
Dua, kaca pecah belum juga diganti, padahal hal itu bisa membahayakan penumpang, khususnya anak-anak dan juga jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti lemparan batu. Kaca yang sudah retak pasti akan langsung hancur jika terkena lemparan batu (lagi).
Tiga, meskipun sudah ketat penjagaan bagi pedagang, tetap saja ada satu atau dua pedagang yang bisa berjualan didalam KA, selidik punya selidik, ternyata merekapun sepertinya membeli tiket atau mungkin memiliki strategi khusus. Apa strateginya? barang jualan tidak dibiarkan terbuka, melainkan ditutup rapat seolah itu hanya barang bawaan mereka seperti penumpang pada umumnya. Lalu, para pedagang hanya berjualan saat kondisi aman dari petugas, dan  naik dari stasiun yang sudah terkenal akan kelonggaran pengawasan petugas. Untuk hal ini saya memperhatikan obrolan para pedagang dan terkadang merekapun harus membeli tiket saat kembali kerumahnya. Poin tiga ini, saya menikmatinya dan tidak merasa terganggu, karena pemumpang memang membutuhkan pedagang untuk memenuhi kebutuhannya, hanya saja tak ingin jika jumlah pedagang terlalu banyak dan malah mengganggu ketertiban juga kenyamanan.
Demikian review pengalaman saya menggunakan KA di Bandung dan melakukan perjalanan dalam kota. Ini semua merupakan pengalaman dan pengamatan pribadi, maaf atas segala kekurangan. Terimakasih, semoga bermanfaat.

23 Mei, 2014

Wisata taman kota Bandung

 Adanya Taman Kota, selain menguntungkan bagi bumi, juga menguntungkan bagi orangtua agar dapat mengajak putra/putrinya bermain diluar rumah, tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. proses belajar sambil bermain bersama orangtua-pun semakin banyak pilihan dan semakin kreatif.


21 Mei, 2014

Keliling dunia - dikelilingi dunia

Kisah-kisah negara
 Mengunjungi Islamic Book Fair Bandung, merupakan hal yang menyenangkan. Karena selain bertemu teman-teman lama saat saya masih aktif di perusahaan penerbitan, juga bertemu banyak buku yang hanya dengan melihatnyapun bisa membuat saya bersemangat.
Berhubung kali ini sudah punya "buntut 2", maka buku yang dibelipu adalah buku atau produk yang diinginkan anak. setelah menimbang, akhirnya kami membeli paket keliling dunia bersama timmy. Di foto-foto ini adalah penampakan lembaran kertas yang sudah di rangkai berkeliling. Isinya mengenai kisah singkat negara-negara didunia. nah, bentuk buku seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk kita sebagai orangtua yang senang mengajak anak belajar sambil bermain dirumah.
asiknya dikelilingi dunia
 Jika kita yang membuat, bisa menggunakan kardus bekas yang ditempeli kancing atau perepet alias velcro. Dibagian depan dan belakangnya bisa kita gambar huruf/abjad/huruf arab/angka/cara membaca, dll. Semua tergantung kebutuhan dan kreativitas. Jika anak-anak diajak serta dalam proses pembuatan, pasti mereka lebih senang dan menyayangi benda yang telah dibuatnya. Kalau saya sih merencanakan bulan depan membuat alat belajar, improvisasi dari produk ini.
ngobrol antar negara
Orangtua yang mau masuk kedunia anak dan mau mendengar keinginan anak, pasti disukai anak. Saya masih belajar dan berharap anak-anak saya menyukai saya.

17 Mei, 2014

Ayam segar dan halal, pilihanku

Pagi ini muncul inspirasi untuk jajan (malas masak pagi melanda). Maka berangkatlah untuk mencari nasi kuning, gorengan dan serabi isi oncom. Kali ini perjalanan ke daerah cibiru menjadi pilihan. Tanpa diduga, kami mendapati sebuah tempat orang duduk-duduk, seperti mengantri sesuatu, padahal tidak ada orang berjualan makanan. Ternyata, mereka semua sedang mengantri untuk membeli ayam potong. Suamipun tertarik untuk berhenti karena melihat disana terdapat ayam-ayam yang masih riang berlari, seorang bapak yang sedang menyembelih, seorang ibu yang sedang membersihkan ayam dari bulu-bulunya, dan seorang bapak yang sibuk memotong ayam sesuai pesanan, lalu menyimpannya keatas timbangan digital yang tentu saja dijamin keakuratannya. "Jongko" ayam segar ini ada di daerah cipadung, meski agak jauh dari rumah kami, setidaknya kami kini memiliki alternatif tempat membeli ayam segar dan yakin kehalalannya. Selama ini, sejak melihat kejadian tak mengenakan di pasar, yaitu melihat seorang penjagal ayam menyembelih ayam tanpa adab yang baik (berkata kasar dan tanpa mengucap basmalah), kami tak lagi berani membeli ayam sembarangan. Kami hanya membeli ayam di tempat-tempat dengan label halal/ sertifikat halal dan atau melihat langsung prosesnya, juga dari orang-orang terpercaya.
Betapa bahagia melihat sepasang suami istri yang bersinergi melakukan sebuah usaha yang memudahkan orang lain mendapatkan produk halal dan baik.
Ayo kita jaga kesehatan tubuh dengan memakan makanan yang halal dan baik :)

11 Mei, 2014

Empat pemandangan dijalanan Bandung hari ini

Hari ini saya, suami, dan anak-anak pergi bersilaturahmi. Dalam perjalanan bertemu berbagai pemandangan.
*Satu* Di SPBU, saat mengisi bensin, saya melihat sekeluarga yang terdiri dari Sepasang (mungkin) suami istri, dan 3 orang anak usia sekolah, menaiki satu motor. Sungguh membuat khawatir bagi yg melihatnya, namun sayapun yakin bahwa mereka akan baik-baik saja. Semua itu adalah pilihan dalam menghadapi keadaan mungkin keterbatasan dana atau waktu. (no pict, khawatir mereka curiga juga takut terjadi sesuatu, secara ini di SPBU dengan tanda HP dicoret)
*Dua* "Gali lobang tutup lobang"
kalimat tersebut sepertinya bukan hanya cocok bagi manusia yang berhutang dan lalu berhutang lagi ke tempat lain untuk menutupi hutang sebelumnya, namun istilah "gali lobang tutup lobang" juga cocok diterapkan di salah satu ciri (negatif) kota Bandung. Pasalnya, jalanan dikota tercinta ini sering sekali di gali dititik yang sama dalam waktu yg berdekatan. Menurut saya ini terjadi karena kurangnya koordinasi antar instansi terkait, juga program+aturan yg kurang jelas. Ah entahlah.. (no pict, karena terlalu sibuk geleng kepala hingga lupa untuk mengambil gambar)
*Tiga* Sepotong gerbong di flyover pasopati untuk pak polisi.
Lama tak melewati jembatan layang pasopati, membuat saya seringkali pangling pada hal baru disana. Tiba-tiba besi penyangga menjadi warna warni oleh lampu. Tiba-tiba kini ada sebuah benda mirip gerbong kereta api berada di sisi kiri jembatan, yang didekatnya terparkir sebuah mobil polisi. Sepertinya itu ruangan untuk pos polisi. Saya menyambut baik. Karena memang perlu penjagaan, terlebih setelah kejadian kriminal terjadi disini. (no pict, maklum, jalur cepat- agak berbahaya kalau memotret sambil berkendara)
*Empat* Motor mogok di flyover pasopati.
Seorang wanita mondar-mandir sambil berjalan bingung dengan jari mengetik sms pada hpnya, dan mata yang celingak celinguk seperti mencari sesuatu atau seseorang. Beberapa meter didepannya ada sebuah motor yang mungkin miliknya. Kasihan juga melihatnya, namun sudah terlanjur terlewat dan itupun hanya dugaan saya yang mungkin salah. Bisa saja wanita itu sedang mengobservasi sesuatu untuk tugas kuliahnya. Hehe. #berdoa dalam hati, jika memang dia kesulitan, mudah-mudahan pak polisi terdekat segera membantu. (no pict, jalur cepat).
Kiranya sekian dulu hasil pandangan mata juga otak saya, sampai jumpa esok hari..

09 Mei, 2014

Ayo jadikan Rasulullah sebagai suri tauladan yang sesungguhnya



Ramadhan tinggal menghitung hari,  kelak kita bisa menemukan hal-hal khas ramadhan yang selalu dirindukan. Setiap orang yang muslim yang “normal’ dan paham, pasti condong akan kebaikan, setidaknya di bulan ramadhan. Ibadah semakin ditingkatkan baik dirumah maupun diluar rumah, dan biasanya dibulan ramadhan, hampir semua pihak mendukung dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif ini.
Diantara sekian banyak materi keislaman, menghayati kisah teladan rosulullah SAW juga merupakan hal yang penting. Terlebih lagi, belakangan ini anak-anak kita, bahkan kita juga sebagai orang tua, seolah kehilangan sosok teladan yang patut dicontoh. Kita seolah lebih mengenal sosok pahlawan buatan, juara ajang pencarian bakat, artis,tokoh,dan lain-lain, padahal ada sosok yang lebih patut diteladani yaitu rosulullah SAW. Itu semua bisa jadi karena kita belum mengenal dan atau belum mengenalkan sosok tuntunan kita kepada diri, anak juga keluarga. Bahkan dalam acara talkshow yang lalu, ketika muncul pertanyaan “siapa yang bisa menyebutkan dengan lengkap nama-nama anak dari rosulullah SAW?”,  dari puluhan orang yang ada disana dan sekian banyak orang yang mencoba menjawab, hanya satu orang yang bisa menyebutkan jumlah dan nama-nama anak Rosulullah Muhammad SAW dengan lengkap dan benar. Hal ini sungguh menjadi tamparan telak bagi saya pribadi sebagai orangtua, karena lebih hafal jumlah dan nama anggota boyband, atau nama anak dari seorang artis senior  dibandingkan  jumlah dan nama anak-anak nabi. Jika begini keadaannya, mau dibawa kemana pendidikan anak-anak kita kelak?.
Buku-buku yang menceritakan kisah hidup Rosulullah sudah tak terhitung jumlahnya, jika kita memang mencari. Berbagai sumber/ riwayat terpercayapun dikemukakan dalam semua kisah nabi Muhammad SAW . mulai dari kisah saat ia dilahirkan, kanak-kanak, masa kenabian,  perjuangan, rumah tangganya, cara hidupnya, hingga beliau wafat, tercatat rapi. Namun pada kenyataannya, hanya segelintir orang yang memiliki referensi dan menganggap penting mengenai hal tersebut.
Pict from SDI.co.id

PT. Sygma Daya Insani (SDI) yang memiliki motto Building Smart Family, Through Modern Science and Moral Values sejak tahun lalu telah mencoba menyampaikan suri tauladan dalam bentuk pagelaran yang dikreasikan oleh Kuping Creative Solutions, dan diberi nama “Parenting Entertraining Muhammad Teladanku” atau PEMT (2013). Benny Triadi, selaku Managing Director PT. SDI menjelaskan bahwa konsep dan nama acara ini berubah menjadi “Family Entertraining Muhammad Teladanku” atau FEMT. Dengan nama baru tersebut (FEMT), SDI berupaya untuk menyajikan perbaikan konsep dan mengikutsertakan bukan hanya orangtua, namun juga anak-anak. Bahkan Benny menambahkan, bahwa tidak menutup kemungkinan anak-anakpun akan diberi kegiatan positif, selama FEMT berlangsung, sehingga seluruh anggota keluarga yang hadir, benar-benar bisa menikmati dan menghayati sajian Entertraining Muhammad Teladanku.
Pada bulan Ramadhan tahun ini, warga Bandung dapat menikmati pagelaran yang disampaikan melalui gabungan gerak, musik & lagu, monolog serta multimedia, pada tanggal 13 Juli 2014. Audien akan diajak berinteraksi dan digugah kesadarannya tentang sosok Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan yang sempurna dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Ustadz Darlis Fajar-pun menyatakan bahwa kita perlu hadir langsung di acara ini agar lebih bisa menghayati sampai ke hati, dibandingkan hanya melihat melalui CD saja. Kang Harry BPM yang menjadi talent, mengakui selalu ada atmosfer yang berbeda dalam setiap pagelaran PEMT terdahulu. “energinya sangat luar biasa, selalu berbeda disetiap kali penyelenggaraan. Audience ikut mempengaruhi adanya energy tersebut”. Bahkan saat kang Harry membawakan lagu “rinduku” ysng berisi kerinduan akan sosok Rasulullah SAW,  ada energy luar biasa, yang membuat ia, prnonton dan pengisi acara tak kuasa menahan haru.
Anda merasa perlu mengikuti acara ini? Silahkan cari informasinya dengan mengunjungi web SDI disini. Anda akan mendapatkan informasi jadwal dikota mana saja kegiatan ini telah dan akan berlangsung, selain itu juga tiket box seharga 50.000-100.000 bisa anda pesan melalui panitia penyelenggara.

06 Mei, 2014

mie ayam cabe ijo

Mie ayam adalah jajanan kesukaan suami, namun sejak kami melihat pemandangan tak mengenakan di pasar, yaitu ketika seorang pria menyembelih ayam tanpa basmalah bahkan sambil berkata-kata tak pantas. Sejak itulah kami memutuskan untuk lebih berhati-hati membeli ayam dan segala produk olahannya. Jika tak tau asal usul atau ragu atau tak ada label halalnya, kami lebih memilih menghindar. Nah, kali ini sesuai permintaan suami, saya membuat tumisan ayam untuk di siramkan diatas mie telor yang sudah matang. Yuk mulai cek bahan-bahannya:
bumbu halus:bawang merah3, bawang putih2, kemiri2, rawit hijau 10.
bawang bombay 1/4 iris tipis.
bawang daun 4 batang, iris
cabe hijau 5, iris
bonggol sawi putih/bonggol caisin, iris kecil
ayam yg sudah di rebus 1/4 kg , suwir/iris kotak kecil
air kaldu ayam 1 liter
kecap manis
kecap asin
merica
garam
gula pasir
minyak ayam : goreng kulit ayam,bwg merah&putih yg di geprek, ketumbar geprek, dalam minyak 100ml. Goreng sampai kulit kering. Angkat lalu sisihkan minyaknya saja,simpan dalam tempat tertutup. Bisa digunakan untuk 10/15 porsi mie ayam.
cara:
Tumis bumbu halus, bawang bombay, bawang daun dengan minyak hingga harum. Lalu masukkan ayam, bonggol yg sudah diiris, cabe hijau dan air kaldu. Aduk rata, dan biarkan sampai hampir mendidih. Bubuhi kecap manis, kecap asin, gula,garam. Tutup wajan dan biarkan hingga kuah mendidih dan semua ayam juga bonggol berwarna cokelat. Cicipi dulu sebelum kompor dimatikan. Jika sudah pas, simpan dalam mangkok/wadah yang memiliki tutup. Hal itu agar kita bisa menyimpannya langsung kedalam kulkas jika tidak habis. Bisa bertahan tetap enak untuk jangka waktu satu minggu dlm kulkas. Hangatkan tiap 2 hari.
penyajian:
siapkan mangkuk, bubuhkan 1sdm kecap asin, minyak ayam, merica. (jika ingin lebih mirip dg mie ayam gerobak, bisa tambahkan penyedap). Lalu masukkan satu porsi mie telor yg sudah matang. Aduk rata. Siram dengan tumisan ayam beserta kuahnya. Tambahkan sambal sesuai selera. Selamat mencoba.. :)

20 April, 2014

Mari berwisata buku, ilmu dan sejarah islam di Bandung



Halo para pecinta Bandung.. Beberapa hari lagi, kita akan bisa menghadiri gelaran acara menarik untuk dihadiri. Acara ini merupakan kerjasama antara IKAPI Jawa Barat dengan Pemerintah kota Bandung. Namanya “Bandung Islamic book fair 2014”, didalamnya akan berlangsung banyak hal menarik, diantaranya
1. Tentu saja “Pameran buku islam”, yang telah rutin digelar pada bulan Mei, setiap tahunnya.  Pameran ini akan dihadiri oleh lebih dari 100 penerbit buku islam. Kita bisa masuk arena secara gratis, dan membeli buku-buku keislaman beserta Qur’an yang tentu saja dengan potongan harga yang menarik bikin hemat.
2. Diruangan yang sama, tepatnya di lantai 2, kita bisa menyaksikan “Pameran pedang nabi”. Dengan tiket masuk Rp.10.000, lebih dari 30 item peninggalan nabi Muhammad SAW beserta para sahabat, bisa kita jadikan ajang napak tilas perjuangan mereka dalam sejarah islam.  Acara ini bisa dijadikan ajang pendidikan anak, baik bersama keluarga maupun bersama teman-teman sekolah. Khusus untuk pembelian tiket kolektif bisa mendapatkan potongan harga sebesar 15%-20%.
3. Festival yang dikelola oleh para penerbit. Acara ini merupakan suatu konsep yang diusung untuk memeriahkan gelaran pameran buku islam yang mengambil tema “Bandung cinta ilmu, cinta Al-Qur’an”.  Festival yang dimaksud, diantaranya: festival ilmu dan Qur’an, festival Hafidz dan festifal seni islami.
4. Acara-acara khas pameran bukupun tentu akan selalu ada, seperti jumpa public figure, gelaran seni budaya islami, kreatifitas, seminar, bedah buku, dialog interaktif, dan lomba-lomba.
5. Ajang pertemuan bagi komunitas pecinta buku, ODOJ, hijaber dan komunitas positif lainnya. Nah, bagi komunitas yang ingin turut serta memeriahkan gelaran ini, bisa menghubungi penyelenggara untuk meminta waktu dan sarana pendukung secara gratis.

Bandung Islamic book fair 2014 kali ini akan sangat meriah dan ini merupakan salah satu upaya menuju Bandung sebagai ibukota buku sejagat atau world book capital pada tahun 2017 nanti, yang digagas oleh UNESCO.
Kalau kamu ngaku cinta Bandung, ayo kita sukseskan acara-acara positif semacam ini, catat waktunya ya..
Tanggal     : 1-7 Mei 2014
Tempat     : Landmark Convention Hall Jl. Braga no 129 Bandung
Informasi lebih lanjut, hubungi IKAPI di email: ikapi_jabar@yahoo.com
Telp (022) 5224572 twiter: @ibf_bdg

06 Maret, 2014

Kita, Anak, dan Gadget idaman

Bismillahirohmanirohim
Belakangan ini HP saya dan suami sering di 'sabotase' anak-anak balita saya, entah itu untuk bermain game ataupun melihat-lihat foto kegiatan mereka. hal ini bikin saya tergelitik untuk menulis beberapa hal berikut.
Beberapa fakta yang saya temui sendiri di era digital ini:
1. pengguna smartphone meningkat
2. penjual online meningkat tajam, ada yang menggunakan laptop,pc, dan yang lebih banyak adalah menggunakan smartphone untuk memantau pergerakan promosi dan penerimaan order.
3. anak-anak bahkan bayi yang belum genap 2 tahun-pun sudah bisa mengoperasikan smartphone milik orangtuanya. entah itu bermain game, maupun melihat-lihat galeri foto dan video
4. minat membaca buku hard copy cenderung tetap dan belum berkembang, karena tak dipungkiri peminat buku hard copy banyak yang beralih membaca e-book dan membaca status fb/twiter.hehe
5. pembuat dan pemain game di smartphone bertambah
6. penyimpangan perilaku dan kasus-kasus yang disebabkan oleh media online semakin banyak, dan ketika hal ini menimpa anak-anak, yang pertamakali disalahkan selalu orangtua
7. saking serunya bacaan dan pemandangan di layar smartphone, sampai-sampai banyak orang yang melalaikan urusan ibadahnya seperti sholat yang di undur-undur (maksudnya, udah azan bukannya langsung wudhu malah tetep asik main gadget, ntar ah solatnya diundur sampe iqamah, diundur lagi 5 menit, satu jam,dan seterusnya, semoga segera solat sebelum di-solat-in), ngaji yang di nanti-nanti (maksudnya, nanti lagi, nanti lagi, sampai akhirnya gagal ngaji hari ini, terulang keesokan harinya dan seterusnya. semoga cepat sadar sebelum nanti 'di-ngaji-in)
Lalu, apakah zaman digital hanya mengundang hal negatif melulu?
jawabannya: "tentu tidak"
Banyak hal positif yang muncul di era gadget ini.
1. masyarakat menjadi semakin 'melek' teknologi dan tidak ketinggalan jaman saat bertemu orang luar negeri yang lebih dulu memasuki era digital.
2. geliat perekonomian semakin berkembang  ; baik itu penjual smartphone, aksesoris, aplikasinya, dan penggunaan media online untuk promosi produknya.
3. banyak orang yang berani menjadi 'pengusaha', dimulai dari berdagang online
4. wawasan dan rasa ingin tahu semakin meningkat, karena mudahnya mencari jawaban akan keingintahuannya.
5. banyak orang yang semakin sadar bahwa ibadah dan mencari ilmu bisa dimana saja, sesibuk apapun, tanpa harus keberatan membawa banyak buku.
6. banyak orang yang semakin rajin untuk berbagi pengetahuannya bagi khalayak, karena tulisannya mudah diakses oleh siapa saja, dimana saja.
7. imajinasi dan kreatifitas dapat diasah juga dibagikan dengan mudah.

Nah, semua fakta diatas sudah jelas terjadi, dan kita tau bahwa akan sangat sulit menghalangi/ membatasi diri dan anak-anak kita dari benda yang bernama gadget atau smartphone atau android. kita memang bisa -tidak memberikan HP pintar itu- sehingga anak tak bisa mengakses apa-apa dan tak akan terkena pengaruh negatif dari internet dari gadget tersebut. namun  itu hanya berlaku di rumah saja, bagaimana dengan diluar rumah? disekolah, dirumah teman, dan tempat lain. maka solusinya, bukanlah meniadakan gadget dari tangan kita/anak-anak kita, karena sifat manusia itu -khususnya anak, semakin dilarang- semakin muncul rasa penasarannya.
Jadi gimana?? menurut saya, langkah pertama adalah memberi pemahaman dan pengertian mengenai kelebihan, kekurangan, bahaya 'bermain gadget dan internet'. Selain itu, kita sebagai orang tua jangan hanya bisa menyalahkan, namun juga harus bisa mengarahkan dan memberi solusi. Sehubungan dengan ini, ada pilihan solusi yang mungkin bisa kita ambil. yaitu menyediakan gadget yang setidaknya berisi konten-konten aman dan mendidik.
***
Kemarin, bapak-nya anak-anak dan si sulung datang ke Bandung Book Fair 2014 dan mengikuti acara launching sebuah produk android yang didalamnya terdapat konten-konten islami dan mendidik. Ini nih, penampakannya


Saat mendengar cerita dari suami, mengenai betapa Sygma CMC sebagai perusahaan penerbit Al-Qur'an dan produk kreatif, sangat tanggap terhadap kemajuan jaman dan tau apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Saya semakin penasaran dan ingin menggali lebih dalam tentang produk yang katanya dibutuhkan masyarakat ini. Maka, sayapun mulai meluncur kesana-kemari hingga mendapatkan info berikut:
1.Syaamil-tabz-tablet-dengan-content-aplikasi-super-lengkap.html
2.Syaamil-note-smartphone-islami-terlengkap-dari-sygma-cmc.html
Udah coba di klik bloom? dijamin ngiler alias mupeng deh. Spesifikasinya mantap, aplikasinya lengkap, harganya nggak jauh sama gadget serupa, tapi bonus kontennya keren abiss. Ary Indriani, Sygma National Sales Manager aja bilang “Syaamil Note merupakan alternatif teknologi yang sehat untuk keluarga. Karena content-nya memiliki unsur dakwah untuk keluarga”.
Kalau sudah tau ada produk seperti ini, sepertinya sudah nggak pantes lagi deh beralasan 'aduh, nggak sempet bawa dan baca qur'an & hadis, saya kan sibuk kesana sini di lapangan' (macaciih..). Hayo.. disela-sela kesibukan yang tampaknya tanpa hela, saya yakin pasti ada beberapa menit saat tubuh beristirahat, nah jika kita terpaksa tak bisa meluangkan waktu untuk secara khusus membaca dan mempelajari Al-qur'an dan atau ilmu bermanfaat lainnya, setidaknya kita bisa mengambil waktu-waktu luang tersebut.
Kalau sudah tau ada produk seperti ini, kita sebagai orang tua nggak perlu khawatir jika sesekali dirumah gadget kita di sabotase oleh anak-anak kita, wong beberapa isinya memang ditujukkan untuk pendidikan anak, kok..
Kalau sudah tau ada produk seperti ini, buat kita yang suka mantengin sosmed dan lapak jualan online kita, sampe nggak sempet ngedip, apalagi ngaji atau baca-baca hal penting, saking takut kelewat (lebay mode on). Nggak ada alasan lagi buat tetep berproses 'mensolehkan atau mensolehahkan diri' meski sibuk. Kenapa eh kenapa? karena eh karena kita bisa tetep ON sambil baca Qur'an, hadis, ebook,dan lain-lain. Kalau pedagangnya soleh/solehah pembelinya pasti setia. Hehe..
Sekian dulu obrolan kita kali ini. Karena tulisan ini aseli tulisan saya, kalau ada hal-hal yang mau ditanyakan atau perlu di konfirmasi, mangga mampir ke Rumah saya