Tampilkan postingan dengan label produk pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label produk pilihan. Tampilkan semua postingan

07 November, 2014

Inilah buku-buku anak karya Benny Rhamdani

Ehm.. (entah kenapa rasanya saya ingin berdehem sebelum menulis sedikit pengantar dari postingan Bang Benny dalam blognya yang saya akan repost). Pertemuan dengan Bang Benny di grup Blogger Bandung, yang mungkin tidak disadari oleh beliau, berarti banyak buat saya. Gimana nggak? Pasalnya, selama ini (ternyata) saya menjual sebagian besar buku anak yang ditulisnya. Speechless juga saya kali ini, hampir setahun berjualan buku online, yang beberapa diantaranya membeli buku karya Bang Benny ini. Bukan hanya kaget karena 'bakul buku bertemu penulis buku', namun juga karena setiap saya membaca dan belanja buku Bang Benny, saya sering berkata dalam hati "Ya Allah.. kapan saya bisa nerbitin buku kaya gini, sebanyak ini". Dan kini saya bertemu dengan sang penulis, walau hanya didunia maya. Betapa memang dunia ini sempit, dan hal ini membuat saya berfikir "apakah ini pertanda onggokan ide dan draft tulisan saya akan segera menemukan takdirnya?". Wajar rasanya jika saya berfikir demikian, karena kini saya berteman dengan orang-orang hebat khususnya di kota Bandung ini. Dan itu berarti saya juga akan segera menjadi hebat, seperti mereka #ngarep

Berikut ini artikel penuh gambar buku yang saya repost dari blog Bang Benny Rhamdani. Bagi yang penasaran dan ingin memesan buku-buku ini bisa menghubungi saya #lho kok jadi dagang

Inilah Buku-Buku Anak Karya Benny Rhamdani

Menulis adalah passion saya
menjadikan kata menjadi sebuah cerita selalu menggairahkan
inilah beberapa karya yang bisa saya terbitkan dalam bentuk buku

 

Dongeng Benny Rhamdani

Ini adalah buku seri khusus yang dibuat untuk karya dongeng saya. Jumlahnya tiga judul. Materi dongeng di buku ini kebanyakan diambil dari cepen-cerpen genre fantasi yang pernah dimuat di majalah BOBO.

Hal yang saya sukai dari buku ini adalah signature name saya di kaver buku. Tadinya saya berharap signature itu bisa terus dipakai di semua buku saya.

Dari ketiga judul buku ini, saya paling suka ilustrasi kaver pada buku Rambut Tito dan Bel Ajaib. Fantasinya jelas tergambar dan sedikit berbeda dibandingkan dengan dua ilustrasi lainnya yang fullbody karakter.
Untuk cerita, tentu saja saya suka semuanya. Kalau respon pembaca bermacam-macam. Ada yang lebih suka fantasi istana sentris, ada yang suka lucu-lucuan, ada yang suka kontemporer. Semua jenis cerita fantasi memang ada di ketiga buku ini.
Buku ini diterbitkan oleh Penerbit DAR! Mizan. Tapi saat mengirim naskah saya belum bekerja di dalam penerbit besar itu.
Menulis cerita fantasi merupakan hal paling mengasyikan dalam berarya di penulisan bacaan anak.
Novel Anak

Menjadi penulis cerita anak sekelas Enid Blyton adalah impian saya sejak kecil. Tertatih-taih saya untuk memulainya. Itu sebabnya saya senantiasa ingin membantu mereka yang ingin menjadi penulis cerita anak. Agar mereka menemukan jalur yang tepat dan cepat. Dengan informasi yang lebih mudah diakses, semestinya memang karir menjadi penulis buku untuk anak tak lagi harus dilalui dengan berdarah-darah.



Saya mengawalinya dengan mengikuti sebuah lomba menulis di Departemen Agama untuk  kategori novel anak. Tidak menang. Tapi buku saya dinyatakan lolos untuk diterbitkan unuk proyek, karena saya tidak menemukannya di toko buku. Rasanya senang sekali melihat buku ini. Dan rupanya karena buku inilah semangat saya makin menyala menjadi penulis buku untuk anak.
Kemudian saya mencoba menawarkan diri menulis novel anak di Penerbit DAR! Mizan. gayung bersmabut, pihak redaksi ternyata memang sedang membutuhkan. Maka dalam waktu tiga hari saya selesaikan sebuah novel anak berjudul Awas, Ini Rahasia!

Saya memang senang membuat cerita dengan bumbu suspense di sana-sini. Karena memang dalam menghibur pembaca, cerita yang kita tulisa jangan sampai mudah ditebak. Tebarkan aneka kejutan di setiap bab.
Saat buku ini terbit dan mendapatkan nomor bukti, rasanya saya tidak percaya karena kemudian berhasil mewujudkan impian saya.

Novel anak-anak berikutnya meluncur begitu saja. kebanyakan saya menuliskan hal-hal yang akan disukai pembaca anak perempuan. Mengapa? Karena ternyata kebanyakan yang suka membaca adalah anak perempuan.






Saya tidak hanya menulis novel anak-anak untuk satu penerbit. Tujuannya, untuk membandingkan pelayanan terhadap penulis. Ternyata, saya tahu siapa yang terbaik kemudian.





Novel Serial

Seperti saya ungkapkan tadi, menjadi Enid Blyton adalah impian sejak kecil. Tapi penulis favorit saya adalah Astrid Lindgren yang menulis Pippi Longstocking. Keahaliannya mengemas cerita anak dengan gaya komedi adalah kekuatannya. saya banyak belajar dari kary-karyanya dalam proses menulis, Saya pun mencoba gayanya.

Percobaan pertama saya dimulai ketika saya menulis Inilah Kelas Paling Ajaib!  Sebuah kisah anak-anak sekolah ala Enid Blyton tapi dikemas lucu ala Astrid Lindgren.




Ternyata responnya cukup baik di pasaran ketika judul pertama diterbitkan. Saya pun meneruskan hingga tiga judul.

Kesulitan menulis serial adalah kontinuitas cerita harus kita jaga etrus. Sementara jarak menulis buku satu dan berikut cukup lama sehingga kadang saya harus susah payah memanggil kembali 'nyawa' dari buku pertama. Sebaiknya, serial memang ditulis secara estafet tanpa terganggu proyek menulis lainnya.


Tiga buku tersebut kemudian diterbitkan dalam satu buku. Ini dia book trailer -nya. Silakan diklik saja ya.

Kumpulan Cerita Anak


Mungkin seri Kumpulan Cerita Anak adalah yang paling mudah prosesnya. Saya hanya menyetorkan naskah cerpen saya. Dan boleh dari karya yang sudah diterbitkan di media cetak. Karena cerpen saya di majalah BOBO sudah ratusan, jadinya mudah sekali prosesnya.

Penjualannnya juga ternyata baik. Mungkin karena saat itu seri KKPK belum terkenal, jadi buku anak-anak yang yang ditulis orang dewasa masih bisa laku.

Kadang saya sengaja menulis dengan nama samaran, sekalin mempromosikan nama anak saya, Akhtar. Biar orang nggak bosan juga baca nama saya di toko buku.


Picture Book


Menulis picture book adalah sebuah tantangan tersendiri. Karena sebenarnya saya sebagai penulis harus berbagi tempat dengan ilustrator. Saya pun mempelejari dari beberapa buku bacaan impor juga bebrbagai teori. Jadinya memang masih saya campurkan dengan selera pasar.

Biasanya saya mencari celah cerita yang berbalut komedi. Karena saya benar-benar ingin menghibur anak. Cerita lucu juga bisa membalut pesan agar tak terlalu menggurui.



Seri CERITA BALITA ini sudah punya karakter yang harus saya sertakan. Jadi tidak terlalu sulit menulisnya Sali dan Saliha juga sudah melekat di pikiran pembaca seri ini.


Selain seri CERITA BALITA, saya juga menulis picture book untuk seri DONGENG BALITA, THANK YOU ALLAH, CERITA BERIMA, JIKA AKU JADI dan ISLAMIC PRINCESS


DONGENG BALITA



JIKA AKU JADI





CERITA BERIMA








THANK YOU ALLAH


ISLAMIC PRINCESS



Board Book

Jenis buku ini lebih sulit lagi menulisnya. Karena setiap halaman harus dipastikan tidak lebih dari satu kalimat. Karena buku ini diperuntukan untuk anak-anak yang baru belajar membaca.

Novel Movie Tie-in

Ini adalah jenis buku yang sangat menantang untuk proses menulisnya. Saya diminta menulis dua buku berdasarkan skenario film Garuda di Dadaku. Satu buku sesuai sekanrio, satu buku adalah prekuel. Nah, karena karakternya bukan punya saya, maka saya harus konsultasi dengan Salman Aristo yang menulis skenarionya.

Pada buku kedua saya sengaja tidak menuliskan nama saya di kaver buku karena merasa cuman mengdaptasi saja dari skenario. Untuk buku Mimpi Sang Garuda saya sengaja mencetaknya.


















Ilustrated Book

Buku bergambar ini sedikit berbeda dengan picture book. Halamannya lebih tebal, dan diperuntukkan untuk level pembaca di atasnya. Karena teksnya lebih padat, berupa chapter book. Hanya memang masih ada ilustrasi berwarna, satu cerita/bab biasanya 1 ilustrasi.

Saya, berhasil menulis satu buku untuk jenis ini. Maunya lebih. tapi perlu usaha lebih untuk menulisnya :)


Minta doanya saja ya.

Sumber: http://www.bennyrhamdani.com/2014/10/inilah-buku-buku-anak-karya-benny.html


08 Juli, 2014

Inilah ‘teman’ yang paling mengerti saya dan membuat saya tahu lebih cepat



Nokia adalah Hp pertama saya, kira-kira tahun 1998 saya menggunakannya. Berpuluh tahun berlalu, setelah menikmati beberapa tipe hp nokia dan merk lainnya, akhirnya kini saya menikmati (lagi) kecanggihan teknologi Nokia. Beberapa bulan yang lalu saya masih memakai Nokia Symbian 603, dan tak pernah berniat ganti hp, karena sudah terlanjur cinta. Namun, ternyata suami yang juga saya cintai, merekomendasikan saya untuk memakai Lumia. Katanya, Lumia ini cocok banget sama kepribadian saya yang hobi sosmed, chatting, suka foto-foto (ini yang paling penting! Hasil foto hp Nokia paling mantapp!! Suka banget. Bikin wajah manis tampak lebih manis apa adanya, haha narsis), edit-editan, koleksi foto, tulas-tulis, kiram-kirim imel, gonta-ganti profil, nonton yutub, main game, browsang-browsing artikel, rekam suara anak-anak, nyasar diperjalanan, dengerin musik dan murotal, juga hal-hil lainnya yang suka dilakukan dalam satu waktu. Maka, sang suami yang begitu mengerti saya memberikan hadiah berupa Lumia yang mengerti saya (juga). Meski akhirnya saya harus merelakan symbianku dimiliki orang lain dengan harga memuaskan.
Sebagai ibu dan istri yang sibuk dengan urusan rumah tangga, berteman dengan gadget pintar adalah sebuah hiburan disela-sela waktu lelah. Dengan Nokia lumia ini, penggunaan hp tidak lagi menjadi hal yang menjengkelkan, karena selain tampilannya yang  nyaman dimata, 'dalemannya' pun mampu banget mengikuti ritme hidup saya yang ingin serba cepat. Dulu, ketika belum mengenal live tiles-nya lumia, sering sekali saya kena marah suami karena saya terlambat membaca pesan darinya. Tiba-tiba ketika suami pulang, ia bilang “kebiasaan deh, kalau di sms atau di telpon suka lama balesnya, padahalkan itu tadi perlu jawaban cepat”. Saya hanya bisa terdiam, karena memang begitulah kenyataannya, meski dalam hati saya berkata “tadi kan saya sedang didapur sambil gendong anak,  jadi nggak tau kalau ada sms masuk, karena tidak terlihat tanda sms masuk, padahal hp ada di dekat saya”.
Kini, setelah mengenal live tiles nya lumia dan notifikasi yang selalu mengapdet kabar, saya bisa tau hal lebih cepat. Pas waktunya masak, bisa cepat dapet resep, sambil liat resep bisa dengerin musik yang gratisan, selain itu juga tetep bisa tau dengan cepat jika ada panggilan, sms, notifikasi sosmed, email, dan hal penting lainnya, tanpa mengganggu aktivitas yang sedang dikerjakan. Pokoknya tanpa ribet deh, tinggal lirak-lirik, towal-towel layarnya dikit, langsung sampai pada tujuan dan terpenuhilah rasa ingin tau saya. Dan yang terpenting, suami tidak lagi marah karena saya terlambat membaca pesannya.
Hanya satu yang bisa bikin saya tidak bisa mengakses semua hal itu dengan cepat, yaitu saat hp tidak ada di tangan saya (ya iya laah). Pasalnya lumia ini bukan hanya dipakai oleh saya, tapi juga anak-anak yang senang melihat film kartun hasil download dari yutube dan bermain-main game anak yang dapat di install dari nokia store. Meskipun begitu, saya  tidak khawatir karena di lumia ini, disediakan yang namanya KID'S CORNER. Dengan ini,  kita bisa memilih apa saja aplikasi, game, musik, foto,dan video yang boleh di akses anak. Dijamin anak tak bisa curi-curi memakai atau melihat hal yang bukan peruntukan anak-anak. Maka, kurang apa lagi coba? Lumia, memenuhi keinginan orang dewasa untuk melakukan hal dengan cepat, juga berbagi hp dengan anak tanpa merasa khawatir pada aplikasi yang tak layak bagi anak.
Kecintaan kami pada lumia, baik tampilan juga ‘daleman’ memunculkan ide saya dan anak-anak untuk membuat WP Lumia yang besar dan dapat dipeluk. Aktivitas membuat bantal ini sekaligus untuk melatih motorik dan pola pikir kreatif pada anak. Ini dia tampilannya..

Jadi, untuk bisa mengikuti ritme hidup kita masa kini, kita perlu memiliki “teman” yang dapat membuat kita tahu lebih cepat. Semua itu agar segala kegiatan penting tidak lagi terlewat yang dapat menimbulkan masalah. Semoga Nokia selalu bisa menjaga kualitas dan pelayanannya.

17 Mei, 2014

Ayam segar dan halal, pilihanku

Pagi ini muncul inspirasi untuk jajan (malas masak pagi melanda). Maka berangkatlah untuk mencari nasi kuning, gorengan dan serabi isi oncom. Kali ini perjalanan ke daerah cibiru menjadi pilihan. Tanpa diduga, kami mendapati sebuah tempat orang duduk-duduk, seperti mengantri sesuatu, padahal tidak ada orang berjualan makanan. Ternyata, mereka semua sedang mengantri untuk membeli ayam potong. Suamipun tertarik untuk berhenti karena melihat disana terdapat ayam-ayam yang masih riang berlari, seorang bapak yang sedang menyembelih, seorang ibu yang sedang membersihkan ayam dari bulu-bulunya, dan seorang bapak yang sibuk memotong ayam sesuai pesanan, lalu menyimpannya keatas timbangan digital yang tentu saja dijamin keakuratannya. "Jongko" ayam segar ini ada di daerah cipadung, meski agak jauh dari rumah kami, setidaknya kami kini memiliki alternatif tempat membeli ayam segar dan yakin kehalalannya. Selama ini, sejak melihat kejadian tak mengenakan di pasar, yaitu melihat seorang penjagal ayam menyembelih ayam tanpa adab yang baik (berkata kasar dan tanpa mengucap basmalah), kami tak lagi berani membeli ayam sembarangan. Kami hanya membeli ayam di tempat-tempat dengan label halal/ sertifikat halal dan atau melihat langsung prosesnya, juga dari orang-orang terpercaya.
Betapa bahagia melihat sepasang suami istri yang bersinergi melakukan sebuah usaha yang memudahkan orang lain mendapatkan produk halal dan baik.
Ayo kita jaga kesehatan tubuh dengan memakan makanan yang halal dan baik :)