15 Maret, 2015

Mengejar impian menjadi Ibu Profesional

Mengejar impian menjadi Ibu Profesional

Beberapa minggu ini, hati dan pikiran saya begitu terasa sibuk. Padahal saya masih berada dirumah dengan dua anak dan satu suami-sama seperti sebelumnya. Namun memang, kritisnya anak-anak, ketidakmampuan saya menghendl semua pekerjaan dalam satu waktu, kekurangan ilmu untuk memuaskan hasrat ingin tahu anak, benyaknya input mengenai berbagai pendidikan parenting yang baik, segala harapan juga tuntutan diri, keadaan yang kadang tak sesuai harapan, membuat pikiran terasa tidak tenang. Jika sudah begini, saya selalu meminta solusi pada Allah yang menciptakan langit, bumi, beserta isinya. Karena memang hanya Allah yang dapat menolong.
Disela-sela keadaan ini, seringkali saya mencari hiburan melalui media online. Semuanya tampak menarik seperti biasanya, namun kala itu, obrolan teman-teman saya di grup WA lebih dari sekedar menarik. Obrolan itu melengkapi segala rasa yang selama ini saya pendam.
Singkat kata, salah satu teman saya yang tinggal di sebuah kota besar, dengan jabatan dan kehidupannya yang mapan, mengambil sebuah keputusan besar, yaitu resign dari tempatnya bekerja, untuk fokus mengurus dan mendidik anak-anaknya. Padahal, selama inipun (meski ia bekerja) ia sudah melakukan tugasnya sebagai ibu yang baik dan bertangung jawab. Namun, sepertinya bagi seseorang yang sudah biasa bertingkah laku profesional, baik saja tidak cukup. Ia memilih untuk melakukan dengan lebih baik -"aku cuma ikhtiar maksimal" seperti yang ia katakan saat banyak orang yang kagum padanya.
Sebenarnya, apa yang ia lakukan bukan hal baru, karena saya yakin, semua ibu bekerja, pasti pernah berfikir untuk berhenti lalu fokus pada anak dan keluarga. Namun, perbedaannya adalah ia sudah beraksi! menyelesaikan langkah satu-persatu, menyusuri setiap tahap dan tantangan berat. Ia membuat semua tampak begitu sederhana meski pada kenyataannya tidak sesederhana itu.
Saya tidak pernah tau apa dan bagaimana proses berfikir yang ia jalani, namun setidaknya ada satu pelajaran yang dapat saya tiru darinya, yaitu melakukan apa yang sudah direncanakan, dengan ikhtiar maksimal.
Lalu, ia menyebutkan impian-impiannya yang membuat saya meleleh.

 
Screenshoot: Tiga impian ibu

Entah kenapa hal itu membuatku tiba-tiba ingin sungkem dan tutup muka karena bergelimang dosa.
Betapa impiannya sama dengan impianku, namun aroma semangatnya lebih menyengat
Betapa banyak yang harus ia tinggalkan untuk berada diposisi ibu profesional. Sedangkan saya, masih perlu meningkatkan profesionalitas.
Ya Allah, Jadikanlah kami sebagai anak, istri dan ibu sholihah yang senantiasa bersyukur atas segala amanah dan karunia yang Engkau berikan. Jagalah dan mampukanlah suami-suami kami untuk mencari rizki yang engkau sebar dimuka bumi ini, agar melalui tangan merekalah kebutuhan kami tercukupi. Karena kami adalah wanita yang ingin kembali kerumah, mendidik anak-anak calon penghuni syurgaMu.

Quote of the week

Aku dan Kamu Takut PadaNya, Karnanya Aku Memilihmu.
Semoga Allah selalu menjaga rasa dan lurusnya jalan kita menuju ridho Nya.


*Quote; Sebuah rangkaian kalimat yang tercipta dari hasil pemikiran yang muncul dan terinspirasi dari pengalaman merasa, melihat dan mendengar sekeliling.Semoga Allah selalu menjaga setiap kata yang terucap.

Taman Super Hero Bandung

Taman Super Hero
Gatot kaca-Superman-Flash

Spiderman-Batman-Playground-Kursi

Taman ini terletak di antara jl. begawan dan jl. anggrek- kota Bandung. Setahu saya, dulunya taman ini hanya merupakan taman biasa yang terdiri dari beberapa permainan anak dan ayunan besar. Itupun hasil renovasi Tim walikota periode ini., karena sebelumnya hanya merupakan taman tak terawat yang sering disinggahi para tunawisma.

Setelah Muncul ide "Taman Tematik", taman inipun dirubah menjadi "Taman super hero", yang dibuat agar warga Bandung memiliki tempat bermain dan berkumpul gratis. Sesuai tujuannya, taman ini dikunjungi oleh banyak keluarga yang umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Mereka bermain, bercengkrama dan tentunya menjadikan para patung super hero itu sebagai objek berfoto (termasuk saya :) )

Selain itu, tampak pula kegiatan lain di taman ini, ada komunitas fotography yang sedang mengambil gambar ciamik "foto produk".kali ini produk yang saya lihat adalah putu, sebuah kue tradisional yang berwarna hijau, berisi gula merah dan ditabut kelapa parut yang gurih.hm..  yummy.. Ada pula berbagai pedagang mainan yang mendemosrasikan kehebatan mainannya, sebagai aktifitas promosi agar menarik perhatian anak-anak, lalu membuat anak merengek kepada orangtuanya untuk dibelikan mainan tersebut. hehe.. Kami dan beberapa keluarga lainnya hanya menikmati keindahan tersebut, tanpa membelinya. Setidaknya untuk kali ini, karena permainan tersebut sudah pernah dibeli beberapa waktu sebelumnya. Selain penjual mainan, juga banyak penjual makanan dan minuman yang "mangkal" disana, sehingga pengunjung yang membawa perut kosong tak perlu khawatir. Namun pesan saya, Segala sampah tolong dibuang pada tempatnya, karena kebersihan itu tanggung jawab kita bersama. "Kebersihan itu sebagian dari iman"

Ada satu pengalaman tak terlupakan ditaman ini yang saya alami, selain kebersamaan dengan keluarga. Saat itu ada para sales promotion girl yang menawarkan produk kue baru dalam satu paket seharga 20.000. Ia berkata," ini produk baru, kalau di toko-toko harganya 25.000, ayo bu beli, saya kasih sampelnya juga banyak dan ada kantongnya". Singkat kata, kamipun membelinya karena merasa beruntung, setidaknya sampai beberapa hari kemarin, ketika saya menemukan produk yang sama ini di sebuah toko grosir makanan seharga 17.000, dan toko jajanan biasa seharga 20.000. Hehehe.. kami hanya bisa tertawa saja, meskipun tidak rugi, namun sedikit "dibohongi" oleh si mbak cantik. Ngga papa deh mbak, lain kali jangan bohong lagi ya..dosa :)

Saya pribadi, mengajak anak-anak ke berbagai tempat, selalu dimanfaatkan untuk sarana outing homeschooling yang biasanya dilakukan dirumah. Salah satu kekuatan homeschooling menurut saya, adalah pada pengetahuan orang tua mengenai berbagai hal. Orang tua menjelaskan apa yang INGIN dan PERLU anak ketahui dalam hubungannya dengan dirinya, alam/lingkungan, pengetahuan/sains, dan tentu Agamanya (didalamnya termasuk tauhid, akhlak,ibadah, dll)

Dalam foto, tampak beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan ditaman ini, selamat berkunjung dan selamat meraih kebersamaan keluarga dengan modal minimalis... Semoga bermanfaat
#taman kota bandung #taman super hero #home schooling #family gathering

08 Maret, 2015

Membuat dan bermain Ular Tangga bersama anak

inke's picture-HS
Membuat dan bermain Ular Tangga bersama anak
Minggu pertama dibulan Maret 2015, kami membuat permainan ular tangga "anak sholeh, sehat dan pintar". Awalnya, Aa cenna minta saya untuk membelikannya permainan ular tangga di pedagang mainan depan sekolahan. Keinginannya itu, saya jadikan peluang untuk mengajaknya berkarya dan sedikit menanamkan kebaikan melalui ha-hal yang diterapkan dalam permainan.

Dalam semua proses pembuatan dan permainan, selalu libatkan anak, agar ia mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman yang menyenangkan. Dengan melibatkan anak, mereka akan lebih menghargai karyanya, lebih PD bahwa ia bisa menciptakan sesuatu, lebih antusias dan lebih dekat dengan kita.

How to make it // Bagaimana cara membuat papan permainan ular tangga?

Bahan dan alat:
1. kardus bekas susu kotak
2. kertas origami 4 lembar/kertas lainnya
3. kertas kado/kertas lainnya
4. lem
5. solasi
6. solasi
7. kotak bekas dgn ukuran kecil untuk dadu
8. kertas hvs
9. gunting
10. botol bekas susu kecil/ barang bekas kecil untuk dijadikan orang-orangan

Cara :
1. Papan permainan: gunting dus bekas sesuai contoh, atau sesuai keinginan. Bungkus/tutupi keseluruhan sisi dengan kertas kado dan kertas polos. Buat garis kotak-kotak pada bagian yang polos, lalu bubuhkan angka pada setiap kotak yang sudah dibuat. Isi bagian kotak-kotak tersebut dengan kalimat dan gambar sesuai tema. Misalkan, jika bunda ingin membuat ular tangga  bertemakan kesehatan, maka gambar dan tulisan yang dibubuhkan adalah seputar kesehatan, seperti; olah raga, makanan sehat, sayuran, buah-buahan, menjaga kebersihan, dan lain sebagainya. Tak lupa, cantumkan pula sesuatu yang dilarang/tidak baik dalam tema tersebut untuk mengisi bagian ular yang menurun. misalkan: "membuang sampah sembarangan" mengakibatkan pemain harus turun dalam kotak yang ada gambar ularnya. cantumkan pula kebaikan/prestasi dalam kotak yang ada gambar tangga, sehingga pemain boleh naik tangga ke kotak atas jika ia melakukan hal baik tersebut, misalnya: membaca hadis tentang kebersihan, dll.
2. Dadu: bentuklah kardus kecil tersebut hingga berbentuk dadu/ kubus. Lalu bungkus dengan kertas polos, jangan lupa untuk menutup setiap lipatan dengan solasi agar tidak mudah terbuka. Setelah itu, bubuhkan angka disetiap sudut dadu. bunda bisa memilih angka model apa yang akan dibubuhkan, semua tergantung tujuan bunda mengajarkan/ memperkenalkan angka model apa pada anak. ( angka romawi [I, II, III, IV, V, V], angka arab, angka biasa [1,2,3,4,5,6], atau berupa lingkaran-lingkaran yang biasa dalam dadu [pict])
3. Orang-orangan: Botol bekas susu kemasan kecil dibersihkan, lalu dihias sesuai keinginan dengan menggunakan kertas origami berwarna. atau bisa huga menggunakan mainan/barang bekas yang ada dirumah.

Selamat Bermain, semoga ayah bunda selalu memiliki waktu dan kegiatan yang menyenangkan dengan anak-anak tercinta.

13 Februari, 2015

Memanen tanaman pandan yang wangi

Memanen tanaman pandan yang wangi
Hari rabu kemarin, umi dan abi-ku mengajak aku dan adikku untuk memanen tanaman hijau yang tumbuh rimbun di halaman rumah kami. Kata umi-ku, tanaman ini harus segera dipanen karena sudah menyita banyak ruang, sehingga kalau umi mau berjalan ke pohon mangga dan tanaman lain, umi selalu kesulitan melewatinya.
Hari itu abi membabat separuh tanaman rimbun itu dengan menggunakan golok. Abi bilang kalau merusak itu mudah, tapi menumbuhkannya kembali pasti lama, aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi aku melihat umi mengangguk-anggukan kepalanya sambil menjawab "iya sih, tapi kan Pandan ini udah terlalu rimbun, suka dijadikan tempat singgah tikus-tikus got yang suka masuk ke dapur belakang rumah". Aku dan Runi adikku, melihat mereka panen tanaman yang umi sebut pandan. Daun hijau yang panjang itu suka digunakan umi untuk memasak nasi dan bubur kacang hijau, katanya sih agar harum. Aneh juga sih, emangnya itu daun minyak wangi? kenapa juga makanan harus pake minyak wangi.
Aku dan Runi bermain tali rafia sambil berlari-lari dijalan depan rumah yang sudah sepi, karena kakak-kakak yang lewat mau sekolah sudah tidak ada. Bermain bersama Adikku ternyata seru juga, walaupun kadang aku kesal karena adikku suka menangis dan berebut mainan dengan aku. Saat sedang seru bermain tali rafia, tiba-tiba umi meminta tali itu, katanya untuk mengikat daun pandan yang sudah terkumpul banyak sekali. Aku marah, karena aku ingin tali juga, lalu umi membelah tali itu menjadi 3 bagian. 1 untuk umi, satu untuk aku, dan satu lagi untuk Runi. Hebat banget ya umiku, bisa membelah satu tali jadi banyak, tapi talinya jadi terlihat lebih tipis.
Umi dan abi mengikat semua pandan itu menjadi 5 ikatan besar, sepertinya berat sekali. Katanya pandan itu akan dijual ke pasar oleh umi, sedangkan kami menunggunya di rumah. Sepulangnya dari pasar, hari sudah semakin cerah, secerah wajah umi yang tampak bahagia. Umi bercerita kalau ternyata Umi mendapat uang 40.000 dari hasil penjualan daun pandan yang dipanen, padahal awalnya umi dan abi mengira hanya akan mendapat 10.000. Wah, ternyata pandan juga ada peminatnya, aku jadi teringat pada Mbah-ku yang dulu pernnah mengambil banyak pandan lalu mencoba menjualnya dipasar. Kata Mbah, kita tidak perlu malu untuk berjualan, karena kita tidak merugikan orang lain. Mungkin itu alasan yang membuat umi akhirnya mau pergi ke pasar sambil membawa banyak daun pandan di motor, padahal disini banyak tetangga yang melihat. Aku juga kelak mau ikut jadi pedagang ah, karena kata umiku, Rasulullah Muhammad juga adalah seorang pedagang.
(Tulisan ini dibuat pagi hari selama 10 menit, setelah merasa bahwa saya lebih mudah bercerita untuk anak dibandingkan menulis laporan serius yang membutuhkan waktu lama. Klik disini jika ingin membaca kisah panen pandan versi dewasa)

Panen pandan wangi depan rumahku

Panen pandan
Ceritanya, dihalaman rumah kami ini, tumbuh tanaman pandan wangi. Setahun lalu, tanaman ini tampak biasa saja, namun makin lama makin tumbuh subur, padahal sudah beberapa kali diminta orang bahkan dicabut beserta akarnya. Kami tahu, keberadaan tanaman super rimbun ini sudah dijadikan rumah singgah bagi tikus got, karena beberapa kali saya melihat tikus-tikus itu mondar mandir di sekitar sini. Hari ini, tiba-tiba suami bersedia membabat tanaman pandan demi keamanan bersama. Saya kegirangan karena sudah terbayang, halaman saya akan kembali lega dan tidak lagi menakutkan, selain itu, kegiatan ini bisa menjadi proses pembelajaran ala home schooling untuk anak-anakku yang lebih senang bermain bersama orangtuanya. Babat..babat..babat.. pandanpun dibabat hingga keakarnya, tak lama kemudian, separuhnya sudah teronggok menanti dibereskan. Saya bingung, mau diapakan pandan sebanyak ini, dibagikan secara gratispun belum tentu habis semua. Dibuang sayang dan mubazir. Dijual !! itulah pilihan terbaik, sebenarnya saya agak-agak malu bin gengsi jika harus mengangkut pandan sebanyak ini dengan motor yang dikendarai seorang wanita, terlebih lagi jika harus melewati deretan rumah tetangga di komplek perumahan ini. Hati saya deg-deg plas, suami tak bergeming karena sejak awal ia tak setuju jika harus menjual-jual daun yang belum tentu laku, ia khawatir hasil tak berbanding dengan energi yang dikeluarkan. Demi membuktikan bahwa pandan ini bisa dijual, juga demi menghindari kemubaziran, akhirnya saya memberanikan diri berangkat ke pasar gedebage.
Panen Pandan Wangi

Ternyata oh ternyata, mental berdagang saya masih lebih kuat dibandingkan rasa malu, hehe
Sesampainya dipasar, saya celingak- celinguk mencari penjual rampe. Motor saya parkirkan dulu, agar saya bisa mencari dengan seksama. semakin jauh berjalan, semakin tak menemukan tanda-tanda penjual daun pandan. Saya hampir yakin dengan obrolan saya dan suami, bahwa pandan ini akan sulit menemukan pembeli, kalaupun ada pastilah terjual 10.ooo saja. Saya terus mencari jodoh bagi si pandan, bukan ingin uangnya, namun ingin onggokan pandan ini tidak mubazir, itu saja. Setelah terasa lelah mencari, saya bertanya pada salah satu pedagang di pasar "pa, yang suka jual daun pandan dimana ya?". "itu disana, depan tukang ikan" katanya sambil menunjuk kedepan. "Nuhun pa" saya lalu menghampiri seorang nenek yang sedang tersenyum. "jual pandan bu?" "oh, seep!" (oh, habis) jawab seorang pria yang tampak seperti bos bagi si nenek. "oh, kalau gitu saya mau jual pandan" senyumku mulai lebar. "iya, sok atuh bawa kesini" (iya, silahkan bawa kesini dong) katanya. Saya berjalan dengan hati riang, menuju tempat parkir motor yang jauh, dan segera kembali. Kehadiran sosok wanita dengan motor dan 5 ikat besar daun pandan, membuat banyak orang ingin menyapa dan berkenalan. ah, biarlah saya abaikan dengan melempar senyum saja, karena beginilah nasib ibu-ibu bertubuh "kurang tinggi" pasti dianggap masih belia. Saya beserta si Bos meletakkan seluruh pandan keatas timbangan beras. "10kg ya, itu!" kata si bos sambil menunjuk timbangan. "oh iya, jadi berapa?" hatiku mulai berprasangka ini itu, menanti sang Bos. "ah paling juga 10 ribu" pikirku dalam hati. "3000/kg, kalo 10kg jadi 30.000" jawab si bos sambil membuka gepokan uang. "Masa sih segitu A? nggak lebih?" kataku pelan, karena ini sudah 3x lipat lebih baik dari dugaan sebelumnya. "Ya, 35.000 deh" katanya memandangi uang-uang yang terlipat. "40 ribu lah di pasin" kataku penuh harap, maklum lah ibu-ibu kalau belum nawar rasanya belum puas, walaupun sudah untung banyak. "iya deh 40 ribu, nih ya teh, kalau ada barang lagi kesiniin ya! masih banyak nggak?" katanya dengan santai. "iya siap, nanti kalau sudah ada, saya kesini lagi" jawab saya sambil menerima uangnya. Sayapun berpamitan kepada semua yang ada disana yang telah menyambut baik saya. Betul-betul diluar dugaan, ternyata pandan ini merupakan daun yang dinantikan karena ternyata jarang yang memasok. Hatiku riang tak terkira, karena merasa telah menjadi suplayer pandan ke pasar, dan merasa ada peluang baik yang bisa dilakukan, hehe taring dagangnya tiba-tiba muncul.

Sesampainya dirumah, saya bercerita pada suami, ia-pun tidak menyangka bisa mendapat lebih dari 10 ribu. Entah kenapa, tiba-tiba saya kepikiran untuk cek harga jual sayuran di internet. "Bi, coba survey di internet, kali aja ada harga jual pandan di pasar-pasar, soalnya ternyata pandan dibutuhkan pedagang dipasar" kataku pd suami. Suamipun sependapat dan langsung berselancar dengan androidnya. Daaaannn.. jeng..jeng.. "7000/kg mi!" what?? Gubrags... pantesan si bos santai banget bayar 40 ribu untuk 10 kg, hehehe.. makanya, jangan menganggap remeh sesuatu, dan jangan lupa survey alias cari informasi dulu sebelum bertindak. Hehe.. Alhamdulillah, Rizki hari berupa pelajaran, pengalaman, harapan, dan uang. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang pandai bersyukur.
(Saya merasa, ketika menulis kisah ini kurang mengalir, entah karena ngantuk atau mentok, prosesnya begitu lama -+ 3 jam. karena kurang puas, keesokan paginya saya menulis versi cerita anak, yang ternyata dapat saya kerjakan dalam 10 menit. Klik disini jika ingin membacakan cerita pada anak)

12 Februari, 2015

Apakah saya Ibu Profesional?

"Udah lama nggak main sama umi" kata Aa cenna kepada uminya yg baruu.. saja selesai makan siang disore hari. "Udah lama nggak main sama umi dari hongkong?.. tadi kan sebelum kalian makan, kita main gugulitikan di kasur" jawab umi nggak mau kalah dengan bercanda gaya orang marah. Gimana nggak mau pura-pura marah? Rasanya baruu.. saja badan ini istirahat dengan "me time" berupa sholat ashar, ngaji lalu makan yg di "jamak qoshor", tiba-tiba ditagih untuk tugas selanjutnya (main lagi). Tagihan itu terjadi berulang-ulang diwaktu-waktu yang tak dapat ditentukan. Belum sempat otak membuat rencana pribadi (seperti; melajutkan tugas menjahit, mengerjakan pr bahasa arab, menghayati pelajaran online yg sedang diikuti, ngeblog,  baca-baca, blog teman, nonton berita, atau sekedar menulis dan mengerjakan kerajinan tangan tanpa beban), manusia2 kecil itu sudah menunggu saya untuk menjadi temannya. Seringkali saya lelah dan jenuh, namun mungkin inilah salah satu kriteria "ibu profesional", siap sedia menjadi apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan oleh anak-anaknya. Jabatan saya kini memanglah seorang ibu, namun ternyata, profesional dibidang ini rasanya sulit sekali melelahkan cukup menantang. berkali2 perilaku saya jauh dari kata profesional. Entah itu munculnya ketidak profesionalan berupa kemarahan, kemalasan, kesibukan hal lain, dan sejuta alasan lainnya. Huft.. sepertinya perlu ilmu untuk mencapainya.
Beberapa hari kemarin, Aa cenna ceria sekali disekolah, namun syaratnya 1: umi harus melihat semua kegiatan yg dilakukannya. Kalau umi meleng dikit, entah itu  menunduk melihat hp atau berpaling mengobrol dg ibu2 lain,  suaranya langsung nyaring memanggil "umiiii liatin Aa..". Heran juga saya dibuatnya, pasalnya di semester 1 kemarin, dia begitu mandiri tanpa ditunggui, apalagi harus ditatap macam ini. Hari ini, sayapun mengantarnya sekolah, namun saat menungguinya, saya meminta izin dia untuk boleh mengerjakan PR belajar online, sehingga tidak dapat memandanginya saat ia belajar. Singkat kata, Alhamdulillah ia sepakat dan hingga waktunya bubar sekolah ia tetap ceria, uminya pun beres mengerjakan tugas.
Setelah pagi-pagi berkutat dengan ibadah wajib, memasak, mencuci, mengantar anak sekolah, mengerjakan tugas belajar bahasa arab online, memanjat obrolan di grup WA dan BBM, berjualan online, bermain dengan anak-anak, hingga malam memanjat gunung strikaan, rasanya tak sanggup lagi untuk duduk diam didepan komputer, karena kebutuhan berbaring dan memejamkan mata lebih menarik hati.
Begitulah sekelumit alasan kisah dan rutinitas saya sehari-hari, yang dengan sebab itu pulalah, hampir sebulan saya tidak posting tulisan di blog tercinta ini. Kini, rasanya saya mulai bisa membuat ritme kegiatan, hingga akhirnya jari-jari ini kembali menyapa keyboard laptop yang hampir lumutan (lebay dikit)
Oiya, beberapa hari kebelakang, saya menemukan dimasukkan sebuah grup WA IIP -Bandung (Institut Ibu profesional) oleh seorang teman. Dan disinilah salah satu tempat saya belajar untuk menjadi Ibu profesional seperti yang sudah saya bicarakan diatas. Berhubung grup ini baru saya ikuti, jadi saya belum bisa bercerita banyak sekarang. So, tunggu postingan saya tentang "IIP" di bulan-bulan berikutnya ya..

17 Januari, 2015

Ketika anak Mogok sekolah, mari observasi

Sebulan belakangan ini, cenna (Anak saya yg kini berumur 5 tahun) tampak malas dan murung jika diajak ke sekolah. Saya belum tau apa sebenarnya yang membuat cenna malas pergi sekolah, padahal saya memasukannya ke TK A sekitar 5 bulan yang lalu , atas keinginannya sendiri. Awalnya, saya berencana untuk tidak menyekolahkannya di sekolah umum, dan akan ber-homeschooling saja. Namun saat ia merasa kesepian karena teman-teman disekitar rumah pergi sekolah, saat itulah ia menginginkan hal yang sama, yaitu kegiatan sekolah dan banyak teman bermain.
Kala itu ada dua pilihan sekolah, yang pertama adalah TK murah dekat rumah, dan yang kedua adalah TK mahal tempat saya diminta menjadi guru. Kedua pilihan tersebut sama-sama memiliki kelebihan. Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya kami sepakat untuk tetap memasukkan cenna ke TK dekat rumah, agar ia tidak kelelahan dijalan. Sayapun tak mengambil kesempatan menjadi guru TK, dan masih memilih untuk menjadi ibu yang bisa memantau anak-anak 24 jam.
1-4 bulan, cenna menjalani sekolah dengan cukup semangat. Ia hanya saya antar jam 9 lalu dijemput jam 11. Namun, di bulan ke 5, ia banyak mengajukan syarat dan alasan untuk tidak sekolah. Awalnya ia hanya malas setiap hari senin, karena materinya selalu mewarnai/ menggambar. Proses menggambarpun seolah menjadi sesuatu yang menakutkan. Ia menangis sesegukan dan hanya mau mengerjakan setelah dibujuk dan ditemani oleh saya disebelah kursinya. Kala itu, saya langsung menyimpulkan bahwa ia tak suka menggambar, sehingga sy tidak memaksakan jika ia tak mau melakukannya. Namun seminggu kemudian, ia mulai malas setiap waktunya sekolah (senin, rabu, jumat). Saya mulai ragu, jangan-jangan ada hal lain yang membuatnya tidak nyaman di sekolah. Setelah diajak bercerita, muncullah satu alasan baru, yaitu ia takut pada salah satu murid, karena si murid itu pernah memukul dan mengganggunya. Maka, sejak itu saya akhirnya selalu menemaninya didalam kelas. Tadinya saya akan membiarkannya tidak sekolah, daripada sekolah namun tidak nyaman dan tidak happy. Namun, saya tiba-tiba berfikir untuk observasi sekaligus melatih cenna agar mau belajar menghadapi ketakutannya dengan tetap didampingi.
Satu minggu mendampingi didalam kelas, semakin yakinlah saya untuk menghentikannya sekolah. Bahkan ia meminta "pingin umi aja yg jadi gurunya". Saya tersentuh namun tidak serta merta mengabulkan permintaannya. Saya perlu yakin dulu apa yang sebenarnya ia rasakan, inginkan dan butuhkan. Di minggu selanjutnya, tiba-tiba ibu gurunya melakukan percobaan ilmiah dan lomba-lomba sederhana. Wajah cenna langsung sumringah, ia lompat kegirangan, iapun berkata "umi, aku mau sekolah lagi nanti hari senin. Kan ada percobaan lagi..". Dari observasi sementara, ternyata anakku ini sedang bosan sekolah karena materinya kurang variatif, ia butuh sesuatu yang baru dan segar. Tapi, apakah hanya itu sebabnya? Sayapun harus menunggu esok senin, untuk membuktikan semua dugaan..
#dampingi dengan cinta, mencoba untuk sabar

09 Januari, 2015

Nyamuk, antara manfaat dan bentol

from google image

Nyamuk..oh nyamuk.. kehadiranmu seringkali membuat manusia kesal bahkan sampai mengobral sumpah serapah sambil memasang wajah emosi, karena dirinya dan atau anak kesayangannya digigit si nyamuk. Bentol dan gatal yang saya rasakan kali ini, mengantarkan saya pada sebuah artikel berikut:
APA SIH GUNA NYAMUK???
Betapa seringnya kita kesal terhadap mahluk yang satu ini, kerjanya hanya menyusahkan dan membuat kita menderita. Mungkin di antara kita ada yang pernah bertanya-tanya akan apa sih manfaatnya Allah menciptakan mahluk nyamuk selain untuk bikin manusia tersiksa, sakit, dan mati??
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.” (QS. Shad: 27)
Ketahuilah bahwa Allah menciptakan sesuatu adalah dengan tidak sia-sia. Semuanya ada tujuan. Semuanya diciptakan dengan penuh hikmah. Semuanya diciptakan dengan manfaat-manfaat yang dapat dipetik oleh manusia yang beriman dan berilmu. Demikian pula dengan nyamuk.
Jika kita bicara tentang efek buruk yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk, maka kita pun harus mempunyai pegangan satu ayat yaitu :
"...boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu..." (QS. Al-Baqarah: 216).
BEBERAPA MANFAAT NYAMUK
Di bawah ini hanyalah sebagian kecil manfaat dari nyamuk:
1. Larva nyamuk menghasilkan zat Nitrogen yang bermanfaat bagi ekosistem tanaman.
2. Membantu proses penyerbukan tanaman cokelat. Hilangnya spesies nyamuk akan menghambat penyebaran dan penyerbukan cokelat secara alami.
3. Membantu menyebarkan bakteri Patogen.
4. Sebagai rantai makanan spesies lain seperti kodok, cicak, bahkan ikan-ikan kecil seterusnya hingga ikan besar yang rasanya nikmat untuk disantap manusia.
5. Sebagai indikator dini berbagai permasalahan kesehatan manusia. Nyamuk mampu mendeteksi perubahan suhu hingga derajat yang sangat kecil, dan mendeteksi menyedot darah yang berbau asam (asam laktat, asam urat) serta yang berbau kolesterol.
6. Dapat menghisap darah kotor yang merugikan dalam tubuh kita dan tubuh kita secara otomatis akan memproduksi darah baru lengkap dengan hemoglobin yang berkurang tadi.
7. Dapat menusuk ujung-ujung saraf yang terletak di bawah kulit kita yang berfungsi sebagai pemicu kesehatan tubuh.
8. Terciptanya perusahaan-perusahaan raksasa yang memproduksi jenis-jenis obat nyamuk seperti obat nyamuk bakar, gel, lotion, semprot, elektronik, bahkan sampai penangkal berupa pabrik yang memproduksi kelambu.
9. Terciptanya lapangan pekerjaan penghasil rezeki dan mampu mengurangi pengangguran jutaan orang melalui pabrik obat nyamuk, petugas-petugas penyemprot nyamuk, hingga dokter-dokter, perawat, yang mengobati korban gigitan nyamuk.
10. Memotivasi manusia untuk membuat temuan-temuan baru di bidang IPTEK, seperti obat medis yang mampu membius bagian tubuh sehingga tak terasa ketika ditusuk oleh "jarum" penyedot nyamuk, bahkan "jarum" nyamuk sebenarnya hanyalah sebuah belalai halus namun mampu menembus permukaan kulit, dsb.
11. Mengurangi populasi mikroorganisme dan bakteri terutama bakteri parasit yang terdapat pada air kotor.
12. Memotivasi manusia untuk hidup bersih, membuat manusia menutup tempat penyimpanan air agar tidak terkotori.
13. Membuat manusia mengenal tidak nyamannya bila merasakan gatal, dan apabila hingga jatuh sakit karena gigitan nyamuk, membuat manusia menyadari betapa berartinya nikmat sehat dan ketika kita menyadari ada yang mati karena gigitan nyamuk kita menjadi semakin menghargai hidup yang diberikan Allah.
14. Memberikan hikmah pembelajaran kepada kita tentang kesabaran dan lemah lembut terhadap tubuh kita dari efek gatal yang di timbulkan oleh gigitan nyamuk.
15. Membawa hikmah janganlah menyakiti atau menyusahkan orang lain dengan menghisap apa yang mereka miliki.
16. Membawa hikmah agar jangan hanya melihat bentuknya yang kecil, namun lihatlah juga dari manfaat besarnya yang tak terlihat.
17. Membawa hikmah akan kekuasaan Allah yang mampu menciptakan hewan yang lebih kecil sekalipun seperti kutu-kutu yang hinggap di atas badan nyamuk, bahkan lebih kecil daripada itu.
18. Mempertebal keimanan pada ke-Agungan Allah dan hinanya manusia agar tidak berlaku sombong, karena sampai kapanpun manusia tidak akan pernah bisa menciptakan mahluk seperti seekor nyamuk, sekalipun seluruh manusia bersatu untuk membuatnya.
19. Menggambarkan betapa Allah sangat membenci kepada manusia kafir hingga Allah tidak mau memberikan kenikmatan yang hakiki pada mereka walau sebesar sayap nyamuk. Hal ini disebutkan dalam hadits: “Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi).
20. Membawa hikmah agar berhusnudzhon kepada Allah, janganlah membunuh nyamuk yang secara kasat mata hanya membawa kerugian bahkan petaka, namun berterima kasihlah kepada Allah dan kepada nyamuk yang telah mengirimkan nyamuk untuk memberikan manfaat kepada kita.
21. Dst...
Pada faktanya, nyamuk adalah pemakan nektar bunga... Betul! Baik itu jantan dan betina. Lalu apa tujuannya nyamuk menghisap darah? Tujuan ini tidak lain adalah dalam rangka kelangsungan proses regenerasi nyamuk. Ya, ketahuilah bahwa yang menghisap darah manusia hanyalah nyamuk betina. Nyamuk betina menghisap darah dengan tujuan mendapatkan manfaat protein untuk tujuan perkembangbiakan. Telur nyamuk membutuhkan protein yang digunakan untuk proses metamorfosa. Ini adalah fitrah yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta'ala.
Yuk, kita perhatikan firman Allah yang artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: 'Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?'. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik." (QS. Al-Baqarah: 26)
Subhanallah... Semoga kita bukanlah tergolong orang-orang yang fasik.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imran: 190-191)
Artikel ini saya repost dari Facebook Al Hikmah Jkt. Semoga kesadaran ini dapat membuat kita semakin sabar dalam menghadapi seekor makhluk kecil bernama nyamuk.