13 Februari, 2015

Memanen tanaman pandan yang wangi

Memanen tanaman pandan yang wangi
Hari rabu kemarin, umi dan abi-ku mengajak aku dan adikku untuk memanen tanaman hijau yang tumbuh rimbun di halaman rumah kami. Kata umi-ku, tanaman ini harus segera dipanen karena sudah menyita banyak ruang, sehingga kalau umi mau berjalan ke pohon mangga dan tanaman lain, umi selalu kesulitan melewatinya.
Hari itu abi membabat separuh tanaman rimbun itu dengan menggunakan golok. Abi bilang kalau merusak itu mudah, tapi menumbuhkannya kembali pasti lama, aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi aku melihat umi mengangguk-anggukan kepalanya sambil menjawab "iya sih, tapi kan Pandan ini udah terlalu rimbun, suka dijadikan tempat singgah tikus-tikus got yang suka masuk ke dapur belakang rumah". Aku dan Runi adikku, melihat mereka panen tanaman yang umi sebut pandan. Daun hijau yang panjang itu suka digunakan umi untuk memasak nasi dan bubur kacang hijau, katanya sih agar harum. Aneh juga sih, emangnya itu daun minyak wangi? kenapa juga makanan harus pake minyak wangi.
Aku dan Runi bermain tali rafia sambil berlari-lari dijalan depan rumah yang sudah sepi, karena kakak-kakak yang lewat mau sekolah sudah tidak ada. Bermain bersama Adikku ternyata seru juga, walaupun kadang aku kesal karena adikku suka menangis dan berebut mainan dengan aku. Saat sedang seru bermain tali rafia, tiba-tiba umi meminta tali itu, katanya untuk mengikat daun pandan yang sudah terkumpul banyak sekali. Aku marah, karena aku ingin tali juga, lalu umi membelah tali itu menjadi 3 bagian. 1 untuk umi, satu untuk aku, dan satu lagi untuk Runi. Hebat banget ya umiku, bisa membelah satu tali jadi banyak, tapi talinya jadi terlihat lebih tipis.
Umi dan abi mengikat semua pandan itu menjadi 5 ikatan besar, sepertinya berat sekali. Katanya pandan itu akan dijual ke pasar oleh umi, sedangkan kami menunggunya di rumah. Sepulangnya dari pasar, hari sudah semakin cerah, secerah wajah umi yang tampak bahagia. Umi bercerita kalau ternyata Umi mendapat uang 40.000 dari hasil penjualan daun pandan yang dipanen, padahal awalnya umi dan abi mengira hanya akan mendapat 10.000. Wah, ternyata pandan juga ada peminatnya, aku jadi teringat pada Mbah-ku yang dulu pernnah mengambil banyak pandan lalu mencoba menjualnya dipasar. Kata Mbah, kita tidak perlu malu untuk berjualan, karena kita tidak merugikan orang lain. Mungkin itu alasan yang membuat umi akhirnya mau pergi ke pasar sambil membawa banyak daun pandan di motor, padahal disini banyak tetangga yang melihat. Aku juga kelak mau ikut jadi pedagang ah, karena kata umiku, Rasulullah Muhammad juga adalah seorang pedagang.
(Tulisan ini dibuat pagi hari selama 10 menit, setelah merasa bahwa saya lebih mudah bercerita untuk anak dibandingkan menulis laporan serius yang membutuhkan waktu lama. Klik disini jika ingin membaca kisah panen pandan versi dewasa)

Panen pandan wangi depan rumahku

Panen pandan
Ceritanya, dihalaman rumah kami ini, tumbuh tanaman pandan wangi. Setahun lalu, tanaman ini tampak biasa saja, namun makin lama makin tumbuh subur, padahal sudah beberapa kali diminta orang bahkan dicabut beserta akarnya. Kami tahu, keberadaan tanaman super rimbun ini sudah dijadikan rumah singgah bagi tikus got, karena beberapa kali saya melihat tikus-tikus itu mondar mandir di sekitar sini. Hari ini, tiba-tiba suami bersedia membabat tanaman pandan demi keamanan bersama. Saya kegirangan karena sudah terbayang, halaman saya akan kembali lega dan tidak lagi menakutkan, selain itu, kegiatan ini bisa menjadi proses pembelajaran ala home schooling untuk anak-anakku yang lebih senang bermain bersama orangtuanya. Babat..babat..babat.. pandanpun dibabat hingga keakarnya, tak lama kemudian, separuhnya sudah teronggok menanti dibereskan. Saya bingung, mau diapakan pandan sebanyak ini, dibagikan secara gratispun belum tentu habis semua. Dibuang sayang dan mubazir. Dijual !! itulah pilihan terbaik, sebenarnya saya agak-agak malu bin gengsi jika harus mengangkut pandan sebanyak ini dengan motor yang dikendarai seorang wanita, terlebih lagi jika harus melewati deretan rumah tetangga di komplek perumahan ini. Hati saya deg-deg plas, suami tak bergeming karena sejak awal ia tak setuju jika harus menjual-jual daun yang belum tentu laku, ia khawatir hasil tak berbanding dengan energi yang dikeluarkan. Demi membuktikan bahwa pandan ini bisa dijual, juga demi menghindari kemubaziran, akhirnya saya memberanikan diri berangkat ke pasar gedebage.
Panen Pandan Wangi

Ternyata oh ternyata, mental berdagang saya masih lebih kuat dibandingkan rasa malu, hehe
Sesampainya dipasar, saya celingak- celinguk mencari penjual rampe. Motor saya parkirkan dulu, agar saya bisa mencari dengan seksama. semakin jauh berjalan, semakin tak menemukan tanda-tanda penjual daun pandan. Saya hampir yakin dengan obrolan saya dan suami, bahwa pandan ini akan sulit menemukan pembeli, kalaupun ada pastilah terjual 10.ooo saja. Saya terus mencari jodoh bagi si pandan, bukan ingin uangnya, namun ingin onggokan pandan ini tidak mubazir, itu saja. Setelah terasa lelah mencari, saya bertanya pada salah satu pedagang di pasar "pa, yang suka jual daun pandan dimana ya?". "itu disana, depan tukang ikan" katanya sambil menunjuk kedepan. "Nuhun pa" saya lalu menghampiri seorang nenek yang sedang tersenyum. "jual pandan bu?" "oh, seep!" (oh, habis) jawab seorang pria yang tampak seperti bos bagi si nenek. "oh, kalau gitu saya mau jual pandan" senyumku mulai lebar. "iya, sok atuh bawa kesini" (iya, silahkan bawa kesini dong) katanya. Saya berjalan dengan hati riang, menuju tempat parkir motor yang jauh, dan segera kembali. Kehadiran sosok wanita dengan motor dan 5 ikat besar daun pandan, membuat banyak orang ingin menyapa dan berkenalan. ah, biarlah saya abaikan dengan melempar senyum saja, karena beginilah nasib ibu-ibu bertubuh "kurang tinggi" pasti dianggap masih belia. Saya beserta si Bos meletakkan seluruh pandan keatas timbangan beras. "10kg ya, itu!" kata si bos sambil menunjuk timbangan. "oh iya, jadi berapa?" hatiku mulai berprasangka ini itu, menanti sang Bos. "ah paling juga 10 ribu" pikirku dalam hati. "3000/kg, kalo 10kg jadi 30.000" jawab si bos sambil membuka gepokan uang. "Masa sih segitu A? nggak lebih?" kataku pelan, karena ini sudah 3x lipat lebih baik dari dugaan sebelumnya. "Ya, 35.000 deh" katanya memandangi uang-uang yang terlipat. "40 ribu lah di pasin" kataku penuh harap, maklum lah ibu-ibu kalau belum nawar rasanya belum puas, walaupun sudah untung banyak. "iya deh 40 ribu, nih ya teh, kalau ada barang lagi kesiniin ya! masih banyak nggak?" katanya dengan santai. "iya siap, nanti kalau sudah ada, saya kesini lagi" jawab saya sambil menerima uangnya. Sayapun berpamitan kepada semua yang ada disana yang telah menyambut baik saya. Betul-betul diluar dugaan, ternyata pandan ini merupakan daun yang dinantikan karena ternyata jarang yang memasok. Hatiku riang tak terkira, karena merasa telah menjadi suplayer pandan ke pasar, dan merasa ada peluang baik yang bisa dilakukan, hehe taring dagangnya tiba-tiba muncul.

Sesampainya dirumah, saya bercerita pada suami, ia-pun tidak menyangka bisa mendapat lebih dari 10 ribu. Entah kenapa, tiba-tiba saya kepikiran untuk cek harga jual sayuran di internet. "Bi, coba survey di internet, kali aja ada harga jual pandan di pasar-pasar, soalnya ternyata pandan dibutuhkan pedagang dipasar" kataku pd suami. Suamipun sependapat dan langsung berselancar dengan androidnya. Daaaannn.. jeng..jeng.. "7000/kg mi!" what?? Gubrags... pantesan si bos santai banget bayar 40 ribu untuk 10 kg, hehehe.. makanya, jangan menganggap remeh sesuatu, dan jangan lupa survey alias cari informasi dulu sebelum bertindak. Hehe.. Alhamdulillah, Rizki hari berupa pelajaran, pengalaman, harapan, dan uang. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang pandai bersyukur.
(Saya merasa, ketika menulis kisah ini kurang mengalir, entah karena ngantuk atau mentok, prosesnya begitu lama -+ 3 jam. karena kurang puas, keesokan paginya saya menulis versi cerita anak, yang ternyata dapat saya kerjakan dalam 10 menit. Klik disini jika ingin membacakan cerita pada anak)

12 Februari, 2015

Apakah saya Ibu Profesional?

"Udah lama nggak main sama umi" kata Aa cenna kepada uminya yg baruu.. saja selesai makan siang disore hari. "Udah lama nggak main sama umi dari hongkong?.. tadi kan sebelum kalian makan, kita main gugulitikan di kasur" jawab umi nggak mau kalah dengan bercanda gaya orang marah. Gimana nggak mau pura-pura marah? Rasanya baruu.. saja badan ini istirahat dengan "me time" berupa sholat ashar, ngaji lalu makan yg di "jamak qoshor", tiba-tiba ditagih untuk tugas selanjutnya (main lagi). Tagihan itu terjadi berulang-ulang diwaktu-waktu yang tak dapat ditentukan. Belum sempat otak membuat rencana pribadi (seperti; melajutkan tugas menjahit, mengerjakan pr bahasa arab, menghayati pelajaran online yg sedang diikuti, ngeblog,  baca-baca, blog teman, nonton berita, atau sekedar menulis dan mengerjakan kerajinan tangan tanpa beban), manusia2 kecil itu sudah menunggu saya untuk menjadi temannya. Seringkali saya lelah dan jenuh, namun mungkin inilah salah satu kriteria "ibu profesional", siap sedia menjadi apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan oleh anak-anaknya. Jabatan saya kini memanglah seorang ibu, namun ternyata, profesional dibidang ini rasanya sulit sekali melelahkan cukup menantang. berkali2 perilaku saya jauh dari kata profesional. Entah itu munculnya ketidak profesionalan berupa kemarahan, kemalasan, kesibukan hal lain, dan sejuta alasan lainnya. Huft.. sepertinya perlu ilmu untuk mencapainya.
Beberapa hari kemarin, Aa cenna ceria sekali disekolah, namun syaratnya 1: umi harus melihat semua kegiatan yg dilakukannya. Kalau umi meleng dikit, entah itu  menunduk melihat hp atau berpaling mengobrol dg ibu2 lain,  suaranya langsung nyaring memanggil "umiiii liatin Aa..". Heran juga saya dibuatnya, pasalnya di semester 1 kemarin, dia begitu mandiri tanpa ditunggui, apalagi harus ditatap macam ini. Hari ini, sayapun mengantarnya sekolah, namun saat menungguinya, saya meminta izin dia untuk boleh mengerjakan PR belajar online, sehingga tidak dapat memandanginya saat ia belajar. Singkat kata, Alhamdulillah ia sepakat dan hingga waktunya bubar sekolah ia tetap ceria, uminya pun beres mengerjakan tugas.
Setelah pagi-pagi berkutat dengan ibadah wajib, memasak, mencuci, mengantar anak sekolah, mengerjakan tugas belajar bahasa arab online, memanjat obrolan di grup WA dan BBM, berjualan online, bermain dengan anak-anak, hingga malam memanjat gunung strikaan, rasanya tak sanggup lagi untuk duduk diam didepan komputer, karena kebutuhan berbaring dan memejamkan mata lebih menarik hati.
Begitulah sekelumit alasan kisah dan rutinitas saya sehari-hari, yang dengan sebab itu pulalah, hampir sebulan saya tidak posting tulisan di blog tercinta ini. Kini, rasanya saya mulai bisa membuat ritme kegiatan, hingga akhirnya jari-jari ini kembali menyapa keyboard laptop yang hampir lumutan (lebay dikit)
Oiya, beberapa hari kebelakang, saya menemukan dimasukkan sebuah grup WA IIP -Bandung (Institut Ibu profesional) oleh seorang teman. Dan disinilah salah satu tempat saya belajar untuk menjadi Ibu profesional seperti yang sudah saya bicarakan diatas. Berhubung grup ini baru saya ikuti, jadi saya belum bisa bercerita banyak sekarang. So, tunggu postingan saya tentang "IIP" di bulan-bulan berikutnya ya..

17 Januari, 2015

Ketika anak Mogok sekolah, mari observasi

Sebulan belakangan ini, cenna (Anak saya yg kini berumur 5 tahun) tampak malas dan murung jika diajak ke sekolah. Saya belum tau apa sebenarnya yang membuat cenna malas pergi sekolah, padahal saya memasukannya ke TK A sekitar 5 bulan yang lalu , atas keinginannya sendiri. Awalnya, saya berencana untuk tidak menyekolahkannya di sekolah umum, dan akan ber-homeschooling saja. Namun saat ia merasa kesepian karena teman-teman disekitar rumah pergi sekolah, saat itulah ia menginginkan hal yang sama, yaitu kegiatan sekolah dan banyak teman bermain.
Kala itu ada dua pilihan sekolah, yang pertama adalah TK murah dekat rumah, dan yang kedua adalah TK mahal tempat saya diminta menjadi guru. Kedua pilihan tersebut sama-sama memiliki kelebihan. Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya kami sepakat untuk tetap memasukkan cenna ke TK dekat rumah, agar ia tidak kelelahan dijalan. Sayapun tak mengambil kesempatan menjadi guru TK, dan masih memilih untuk menjadi ibu yang bisa memantau anak-anak 24 jam.
1-4 bulan, cenna menjalani sekolah dengan cukup semangat. Ia hanya saya antar jam 9 lalu dijemput jam 11. Namun, di bulan ke 5, ia banyak mengajukan syarat dan alasan untuk tidak sekolah. Awalnya ia hanya malas setiap hari senin, karena materinya selalu mewarnai/ menggambar. Proses menggambarpun seolah menjadi sesuatu yang menakutkan. Ia menangis sesegukan dan hanya mau mengerjakan setelah dibujuk dan ditemani oleh saya disebelah kursinya. Kala itu, saya langsung menyimpulkan bahwa ia tak suka menggambar, sehingga sy tidak memaksakan jika ia tak mau melakukannya. Namun seminggu kemudian, ia mulai malas setiap waktunya sekolah (senin, rabu, jumat). Saya mulai ragu, jangan-jangan ada hal lain yang membuatnya tidak nyaman di sekolah. Setelah diajak bercerita, muncullah satu alasan baru, yaitu ia takut pada salah satu murid, karena si murid itu pernah memukul dan mengganggunya. Maka, sejak itu saya akhirnya selalu menemaninya didalam kelas. Tadinya saya akan membiarkannya tidak sekolah, daripada sekolah namun tidak nyaman dan tidak happy. Namun, saya tiba-tiba berfikir untuk observasi sekaligus melatih cenna agar mau belajar menghadapi ketakutannya dengan tetap didampingi.
Satu minggu mendampingi didalam kelas, semakin yakinlah saya untuk menghentikannya sekolah. Bahkan ia meminta "pingin umi aja yg jadi gurunya". Saya tersentuh namun tidak serta merta mengabulkan permintaannya. Saya perlu yakin dulu apa yang sebenarnya ia rasakan, inginkan dan butuhkan. Di minggu selanjutnya, tiba-tiba ibu gurunya melakukan percobaan ilmiah dan lomba-lomba sederhana. Wajah cenna langsung sumringah, ia lompat kegirangan, iapun berkata "umi, aku mau sekolah lagi nanti hari senin. Kan ada percobaan lagi..". Dari observasi sementara, ternyata anakku ini sedang bosan sekolah karena materinya kurang variatif, ia butuh sesuatu yang baru dan segar. Tapi, apakah hanya itu sebabnya? Sayapun harus menunggu esok senin, untuk membuktikan semua dugaan..
#dampingi dengan cinta, mencoba untuk sabar

09 Januari, 2015

Nyamuk, antara manfaat dan bentol

from google image

Nyamuk..oh nyamuk.. kehadiranmu seringkali membuat manusia kesal bahkan sampai mengobral sumpah serapah sambil memasang wajah emosi, karena dirinya dan atau anak kesayangannya digigit si nyamuk. Bentol dan gatal yang saya rasakan kali ini, mengantarkan saya pada sebuah artikel berikut:
APA SIH GUNA NYAMUK???
Betapa seringnya kita kesal terhadap mahluk yang satu ini, kerjanya hanya menyusahkan dan membuat kita menderita. Mungkin di antara kita ada yang pernah bertanya-tanya akan apa sih manfaatnya Allah menciptakan mahluk nyamuk selain untuk bikin manusia tersiksa, sakit, dan mati??
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.” (QS. Shad: 27)
Ketahuilah bahwa Allah menciptakan sesuatu adalah dengan tidak sia-sia. Semuanya ada tujuan. Semuanya diciptakan dengan penuh hikmah. Semuanya diciptakan dengan manfaat-manfaat yang dapat dipetik oleh manusia yang beriman dan berilmu. Demikian pula dengan nyamuk.
Jika kita bicara tentang efek buruk yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk, maka kita pun harus mempunyai pegangan satu ayat yaitu :
"...boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu..." (QS. Al-Baqarah: 216).
BEBERAPA MANFAAT NYAMUK
Di bawah ini hanyalah sebagian kecil manfaat dari nyamuk:
1. Larva nyamuk menghasilkan zat Nitrogen yang bermanfaat bagi ekosistem tanaman.
2. Membantu proses penyerbukan tanaman cokelat. Hilangnya spesies nyamuk akan menghambat penyebaran dan penyerbukan cokelat secara alami.
3. Membantu menyebarkan bakteri Patogen.
4. Sebagai rantai makanan spesies lain seperti kodok, cicak, bahkan ikan-ikan kecil seterusnya hingga ikan besar yang rasanya nikmat untuk disantap manusia.
5. Sebagai indikator dini berbagai permasalahan kesehatan manusia. Nyamuk mampu mendeteksi perubahan suhu hingga derajat yang sangat kecil, dan mendeteksi menyedot darah yang berbau asam (asam laktat, asam urat) serta yang berbau kolesterol.
6. Dapat menghisap darah kotor yang merugikan dalam tubuh kita dan tubuh kita secara otomatis akan memproduksi darah baru lengkap dengan hemoglobin yang berkurang tadi.
7. Dapat menusuk ujung-ujung saraf yang terletak di bawah kulit kita yang berfungsi sebagai pemicu kesehatan tubuh.
8. Terciptanya perusahaan-perusahaan raksasa yang memproduksi jenis-jenis obat nyamuk seperti obat nyamuk bakar, gel, lotion, semprot, elektronik, bahkan sampai penangkal berupa pabrik yang memproduksi kelambu.
9. Terciptanya lapangan pekerjaan penghasil rezeki dan mampu mengurangi pengangguran jutaan orang melalui pabrik obat nyamuk, petugas-petugas penyemprot nyamuk, hingga dokter-dokter, perawat, yang mengobati korban gigitan nyamuk.
10. Memotivasi manusia untuk membuat temuan-temuan baru di bidang IPTEK, seperti obat medis yang mampu membius bagian tubuh sehingga tak terasa ketika ditusuk oleh "jarum" penyedot nyamuk, bahkan "jarum" nyamuk sebenarnya hanyalah sebuah belalai halus namun mampu menembus permukaan kulit, dsb.
11. Mengurangi populasi mikroorganisme dan bakteri terutama bakteri parasit yang terdapat pada air kotor.
12. Memotivasi manusia untuk hidup bersih, membuat manusia menutup tempat penyimpanan air agar tidak terkotori.
13. Membuat manusia mengenal tidak nyamannya bila merasakan gatal, dan apabila hingga jatuh sakit karena gigitan nyamuk, membuat manusia menyadari betapa berartinya nikmat sehat dan ketika kita menyadari ada yang mati karena gigitan nyamuk kita menjadi semakin menghargai hidup yang diberikan Allah.
14. Memberikan hikmah pembelajaran kepada kita tentang kesabaran dan lemah lembut terhadap tubuh kita dari efek gatal yang di timbulkan oleh gigitan nyamuk.
15. Membawa hikmah janganlah menyakiti atau menyusahkan orang lain dengan menghisap apa yang mereka miliki.
16. Membawa hikmah agar jangan hanya melihat bentuknya yang kecil, namun lihatlah juga dari manfaat besarnya yang tak terlihat.
17. Membawa hikmah akan kekuasaan Allah yang mampu menciptakan hewan yang lebih kecil sekalipun seperti kutu-kutu yang hinggap di atas badan nyamuk, bahkan lebih kecil daripada itu.
18. Mempertebal keimanan pada ke-Agungan Allah dan hinanya manusia agar tidak berlaku sombong, karena sampai kapanpun manusia tidak akan pernah bisa menciptakan mahluk seperti seekor nyamuk, sekalipun seluruh manusia bersatu untuk membuatnya.
19. Menggambarkan betapa Allah sangat membenci kepada manusia kafir hingga Allah tidak mau memberikan kenikmatan yang hakiki pada mereka walau sebesar sayap nyamuk. Hal ini disebutkan dalam hadits: “Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi).
20. Membawa hikmah agar berhusnudzhon kepada Allah, janganlah membunuh nyamuk yang secara kasat mata hanya membawa kerugian bahkan petaka, namun berterima kasihlah kepada Allah dan kepada nyamuk yang telah mengirimkan nyamuk untuk memberikan manfaat kepada kita.
21. Dst...
Pada faktanya, nyamuk adalah pemakan nektar bunga... Betul! Baik itu jantan dan betina. Lalu apa tujuannya nyamuk menghisap darah? Tujuan ini tidak lain adalah dalam rangka kelangsungan proses regenerasi nyamuk. Ya, ketahuilah bahwa yang menghisap darah manusia hanyalah nyamuk betina. Nyamuk betina menghisap darah dengan tujuan mendapatkan manfaat protein untuk tujuan perkembangbiakan. Telur nyamuk membutuhkan protein yang digunakan untuk proses metamorfosa. Ini adalah fitrah yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta'ala.
Yuk, kita perhatikan firman Allah yang artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: 'Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?'. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik." (QS. Al-Baqarah: 26)
Subhanallah... Semoga kita bukanlah tergolong orang-orang yang fasik.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imran: 190-191)
Artikel ini saya repost dari Facebook Al Hikmah Jkt. Semoga kesadaran ini dapat membuat kita semakin sabar dalam menghadapi seekor makhluk kecil bernama nyamuk.

27 Desember, 2014

Ketika Tempat sampah bertengger di angkot Bandung

Kota Bandung belakangan ini terasa begitu berbeda dan banyak perubahan yang baik sejak dipimpin oleh Walikota baru yang dipilih oleh warga Bandung. Salah satunya adalah munculnya peraturan mengenai kewajiban menyediakan tempat sampah dibeberapa tempat yang ditentukan, dan banyaknya himbauan dalam spanduk, agar tidak membuang sampah disembarang tempat.
foto diambil dari FB Ridwan kamil untuk bandung
 Meskipun tidak semua angkot Bandung menyediakan tempat sampah, setidaknya sekarang sudah ada beberapa angkot yang mulai sadar, dan atau dipaksa sadar akan kebersihan. Bagi saya yang suka makan dan minum di angkot, keberadaan tempat sampah ini sangat membantu untuk mengurani beban sampah yang biasanya saya simpan sementara dalam tas. Namun, penampakan ini mengingatkan saya pada angkot di kota ini, beberapa tahun lalu, yang pernah saya kisahkan disini
Tempat Sampah dalam Angkot Bandung 2014
Kalau Fasilitas sudah disediakan, maka tak ada alasan lagi untuk membuang sampah sembarangan.

20 Desember, 2014

Buah Nangka yang selamat - Kondisi terkini wilayah Bandung Timur, seminggu pasca Puting Beliung

Pada hari kamis, 18 Desember 2014 yang lalu, kawasan Bandung timur dikejutkan dg hadirnya angin puting beliung. Beritanya disini
Ini sebagian foto keadaan jalan pamekar raya menuju pasar gedebage. Kala itu tepat 4 hari setelah kejadian puting beliung, saya melewati jalan dekat rumah menuju pasar gedebage. Suasana lengang karena masih pagi, namun geliat perekonomian tampak sudah stabil. Beberapa orang sedang membereskan rumahnya yang sebagian tak beratap, beberapa orang lainnya ada yang mengumpulkan reruntuhan juga sampah dalam satu tempat agar mudah diangkut, pasarpun sudah sangat ramai. Posko bantuan telah berdiri, namun terlihat sepi. Melihat tenda besar seperti itu, mengingatkan saya saat menjadi relawan pada kejadian gempa bumi di Bantul Yogyakarta, yang kisahnya pernah saya tulis disini.
Salah satu yang menarik perhatian saya adalah pohon nangka berbuah nangka tanpa dedaunan. Betapa putaran angin telah melenyapkan segala yang rimbun dan kuat, namun tak dapat melepaskan sesuatu tanpa izin pemiliknya (baca:Allah SWT), meskipun hanya tiga buah nangka kecil-yang mungkin tidak lebih berat dari tembok rumah, ribuan genting dan plang besi.
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala Sesuatu" (QS. At-Tagabun:11)

Penampakan Angin Puting Beliung di Langit Bandung Timur, ubah ekspresi wajah warga jadi panik

Kamis sore 18 Desember 2014 sekitar pukul 16.30-17.00 warga Bandung timur dikejutkan oleh angin puting beliung yang bergemuruh dilangit.
Kredit: Handry

Kala itu saya sedang berada dalam angkot didaerah pasar ujung berung. Awalnya saya heran, kenapa hampir semua pejalan kaki memandang ke langit? lalu saya ikut-ikutan memandang ke langit sebisanya dari dalam angkot. "Tidak ada apa-apa" ujar saya dalam hati. tapi semakin dekat angkot melaju, semakin banyak warga yang heboh berkumpul memandangi langit. Hingga akhirnya tampaklah sebuah putaran angin berwarna abu-abu tua. putarang yang besar dan berhasil menerbangkan sampah-sampah dan debu disekitar. Pikiran daya langsung tertuji pada suami dan anak-anak dirumah, yang menurut logika saya, angin besar yang saya lihat itu ada diposisi yang sama dengan posisi rumah saya. beberapa detik sebelum melihat angin tersebut, saya sedang chatting dengan suami. Namun pasca melihat angin, obrolan kami sempat terputus. Ya Allah.. saya terus berdoa untuk keselamatan mereka dan semua warga disekitarnya.
Akhirnya saya turun di Superindo ujungberung untuk selanjutnya naik ojek menuju rumah. Ketika saya turun dari angkot, langitpun bergemuruh keras dan hujanpun turun. Terdengar jeritan manusia-manusia yang saya tidak tau dari arah mana. Sayapun berteduh sebentar diselasar Superindo untuk berlindung, menghindari hujan dan seperti yang lain- ikut memantau angin yang semakin dekat, dengan menggunakan kamera di HP. Angin yang tadinya tampak berputar, akhirnya memudar. Keadaan  ini berbanding lurus dengan tingkat kepanikan yang mulai memudar pula.
Hujan semakin deras, gemuruh semakin keras, saya  memilih untuk masuk kedalam gedung sekaligus membeli beberapa keperluan dan oleh-oleh sekedarnya untuk anak-anak. Setelah selesai, saya  tak menunggu lagi, dan memutuskan untuk langsung pulang meski hujan pasti membasahi saya ketika di ojek. Saya hanya ingin segera bertemu suami dan anak-anak.
Alhamdulillah saya ucapkan saat melihat keadaan rumah yang baik-baik saja meski beberapa sampah menghiasi. Pintu terbuka dan mereka baik-baik saja. Kamipun langsung membahas apa yang kami alami sore itu. Ternyata, jalur angin puting beliung itu memang sangat dekat dengan rumah kami. Bahkan ternyata, korban meninggal adalah warga yang tinggal tak jauh dari tempat saya tinggal. Berikut email yang saya terima dari milis JaBar Peduli keesokan harinya. 

Milist JBP


Jum'at, 19 Desember 2014 | 00:00 WIB
Puting Beliung Landa Bandung, Seorang Tewas

TEMPO.CO, Bandung - Angin puting beliung merusak bangunan dan pemukiman
warga Bandung Timur, Kamis, 18 Desember 2014. Lokasi terparah berada di
Kampung Pangaritan, Kelurahan Cibiru Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kota
Bandung. Di lokasi tersebut ratusan bangunan rusak dan satu orang
dinyatakan meninggal setelah tertimpa reruntuhan tembok yang koyak disapu
angin. (Ini Daftar 85 Korban Tewas Longsor Banjarnegara)

Korban meninggal bernama Suti, usia 90 tahun, warga kampung Pangaritan, RT
02, RW 04, Kelurahan Cibiru Wetan, Kecamatan Panyileukan. Keluarga korban,
Ade, mengatakan pada saat kejadian Suti sedang berada di dalam rumahnya.
Setelah angin berhenti, keluarga menemukan Suti sudah dalam keadaan
meninggal tertimpa reruntuhan tembok.

"Pada saat penghuni rumah yang lain mencari tempat perlindungan, Mak Suti
sedang berada di rumah. Ia tidak mengetahui ada kejadian angin puting
beliung," kata Ade. (Relawan Longsor Banjarnegara Tewas Saat Evakuasi)

Ade mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30. Angin kencang
tersebut sempat membuat warga panik. Sebagian warga keluar dari rumahnya
mencari tempat yang aman. Selain diterpa angin, pemukiman padat penduduk
tersebut pun diterpa material bangunan yang dibawa angin.

Pantauan Tempo setelah kejadian, terlihat ratusan rumah di tiga RW di
kampung Pangaritan mengalami rusak. Material bangunan dan dedahan pohon
berserakan sehingga menyulitkan akses pengedara motor dan pejalan kaki.
Selain itu, satu buah gardu listrik meledak yang mengakibatkan listrik
padam.(Hujan Deras, Warga Kampung Ini Dilanda Ketakutan)

Terlihat tim Badan penanggulangann Bencana Daerah Jawa Barat sedang
mengumpulkan data dan informasi akibat dari bencana tersebut. "Saat ini
kami kesulitan mengumpulkan informasi karena listrik padam dan hujan terus
mengguyur," kata seorang petugas BPBD kepada Tempo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, terdapat belasan warga yang
mengalami luka. Empat diantaranya telah dibawa ke rumah sakit.

IQBAL T. LAZUARDI S

Kala itu, saya secara pribadi sempat sangat bersyukur, karena saat itu saya memutuskan untuk pulang memakai angkot caheum-cileunyi yang jalurnya cukup jauh dari jalur angin puting beliung. Seandainya saya pada jam tersebut memilih lewat jalur gedebage, mungkin saya akan terkena putaran angin tersebut, sebagaimana keadaan yang saat ini tampak di sekitar gedebage. Pohon tumbang, tiang listrik ambruk, genting beterbangan, atap seng & plastik sudah pasti berserakan. Saya bersyukur karena saya terhindar dari musibah ini, namun disisi lain saya turut prihatin pada warga yang menjadi korban. Semoga Allah memberikan kesabaran dan memberi kemampuan para korban untuk berobat agar sehat kembali, juga mampu membangun memperbaiki apa-apa yang rusak.
Artikel ini sekaligus pemberitahuan kepada saudara-saudara dan teman-teman saya yang kemarin khawatir pada keadaan kami yang berada dekat lokasi puting beliung. Terimakasih atas perhatiannya pada kami..

17 Desember, 2014

Kenapa Jengkolers harus nongkrong di cafe D'jengkol?

Jengkol oh jengkol... dengan malu-malu kukatakan bahwa jengkol adalah makanan yang selalu kurindukan (celingak-celinguk takut ada yang denger). Gimana nggak? jika sebagian dari kita biasanya tak menyadari kapan kita mulai menyukai satu makanan, nah bagi saya, jengkol ini memiliki sejarah yang sangat jelas. Saya ingat betul diusia saya yang kira-kira 5 tahun, kala itu saya tinggal di rengasdengklok-karawang-jawa barat. Rumah saya berada di pinggir jalan besar yang berseberangan dengan sebuah rumah makan, disanalah saya selalu membeli semur jengkol, untuk apa? untuk di-ca-mil. Sepertinya saat itu saya belum terkontaminasi oleh isu-isu negatif mengenai jengkol yang bisa menyebabkan bau. Saya menikmati semur jengkol dalam plastik selayaknya anak-anak jaman sekarang menikmati batagor dalam plastik. Jika saya mengingat hal itu, rasanya saya ingin malu, takut orang lain tau. hahaha.. (katanya ingin malu, tapi nyatanya malah ngeces ni terbayang kelezatannya).
Namun  setelah mendengar kang Gunarsa- owner d'jengkol berkata bahwa motto mereka adalah "memasyarakatkan jengkol, dan menjengkolkan masyarakat", saya jadi bangga karena saya sudah familiar pada jengkol jauh sebelum saya tau bahwa jengkol itu bau.
Eits, ternyata terjadi lagi, kenangan saya bersama jengkol membuat saya lupa untuk bercerita tentang cafe baru di Bandung yang menjadikan jengkol sebagai menu utamanya.
Ngomong-ngomong mengenai Jengkol, hari minggu kemarin saya dan beberapa teman Blogger Bandung datang dan makan siang di cafe baru bernama d'jengkol. Cafe yang kala itu baru beroperasi selama seminggu, bertempat di jl. Banteng no 50. Tak sulit mencarinya, karena posisi cafe yang cukup strategis yaitu dekat dengan lapangan lodaya. Siang itu kedatangan kami disambut dengan ramah oleh kang Gunarsa, sambil melihat-lihat ruangan yang didesign ala rumahan, beberapa blogger kepo pada asal muasal cafe ini. Maka berceritalah kang Gun "Awalnya kami menjual produk sambel jengkol secara Online. Setelah berjalan dua bulan, tercetuslah ide untuk membuat cafe dengan menu utama jengkol. Meskipun begitu, disini juga tetap menyediakan menu selain jengkol, agar pengunjung yang tak menyukai jengkol, tetap bisa makan dan nongkrong disini". Saya yakin kelak akan banyak orang yang nongkrong disini, itu karena di cafe ini disediakan wifi dan buku untuk mengusir bosan.
Setelah puas mengobrol, kamipun mulai menikmati masakan dengan resep khusus dari ibunda kang Gun sang owner, yaitu sajian makan siang serba jengkol dan ayam goreng hangat favorit Seruni balitaku yang ikut nimbrung. Ini dia menu-menu jengkol yang ada di cafe d'jengkol: Semur jengkol, rendang jengkol, balado jengkol, goreng jengkol, sambel jengkol, dan lumpia jengkol.
Menu D'jengkol by inke
Dari sekian menu jengkol, yang paling saya sukai adalah semur jengkolnya, karena texturnya lembut dan bumbunya meresap kedalam raga si jengkol. Lumpianya cukup ringan untuk dijadikan camilan, apalagi kalau dilengkapi cocolan bumbu kacang, hm... yummy. (catatan saya tentang lumpia, sebaiknya si jengkol diiris memanjang bak keju, lalu isinya disiram satu sendok telur ketika membungkusnya, agar bihun & jengkol bersatu padu dan tidak  berantakan saat dicabik-cabik dengan hot nya oleh gigi para jengkolers). Dua level sambel jengkol yang menjadi tonggak berdirinya cafe d'jengkol inipun tak luput dari perhatian saya. Textur dan penampakannnya mirip sambel tempe, rasanya mirip jengkol yang ditumbuk bersama cabe rawit, hehe ya iya laaahh. Kata kang Gun yang sempat promosi di Dago car free day, sambel jengkol ini punya dua level pedas, yaitu level mengharukan bagi yang tidak suka pedas, dan level masbuloh bagi pecinta pedas. Bagi saya dan teh Tian, masbuloh ini masih kurang pedas, sedangkan bagi teh Nchie, ini level yang bikin lidahnya ber seuhah-seuhah tak henti. Masalah harga, menu yang paling murah adalah rp.3000 dan yang paling mahal 25.000. Kalau mau paket sawaregna juga bisa sekitar rp.55.000. Liat angkanya sih masih kebayang dikantong lah ya..Buktinya ada karyawan kantor yang makan siang disini, berarti harganya bersaing khaan. Ohiya hampir lupa, katanya di cafe ini juga ada menu mie instant yang disajikan sesuai dengan gambar di bungkusnya, tapi sayang kemarin saya tidak pesan menu itu. Lain kali mau minta buktinya sama kang Gun aah... (sksd gtm)
Cafe D'jengkol by inke
 Nah, foto merah ini adalah penampakan cafe&resto D'jengkol yang sangat hommy. Kalau tak ada banner didepan, pastinya orang akan ragu kalau disini menerima manusia-manusia kelaparan. Itu dia salah satu ruangan dengan konsep lesehan, selain ruangan lainnya yang memiliki kursi/sofa dan meja. Buku-buku disediakan untuk pecinta baca yang sedang menanti pesanan, sedangkan permen-permen diberikan secara gratis bagi yang ingin menyembunyikan kenyataan bahwa ia telah tergoda makan makhuk bernama jengkol.
Kalau anda terlalu malu untuk ketauan suka jengkol, sepertinya sistem catering dan delivery servis bisa dimanfaatkan. Tinggal angka telepon, pencet angka (022.7305756 lalu pesanlah menu sesuka hatimu sambil berbisik-bisik.
Fasilitas penting by inke




Kalau kumpulan foto hijau ini adalah Fasilitas penting yang ada dalam cafe D'jengkol. Mengapa saya masukkan hal ini kedalam obrolan mengenai cafe? karena bagi saya pribadi, tempat cuci tangan, toilet dan mushola adalah fasilitas yang wajib bin kudu ada di tempat nongkrong. Kalau salah satu fasilitas penting ini tidak ada, maka akan mengurangi kenyamanan dan ketenangan dalam berkumpul bersama keluarga (maklum lah, ibu-ibu kalau bawa anak balita kan suka terasa rempong nggak jelas). Kalau lengkap gini kan mau makan sambil istirahat panjang jadi tenang.
Sekian dulu review cafe & resto D'Jengkol- tempat nongkrong baru, yang bakal jadi tujuan wisata kuliner di Bandung. Isi dalam blog ini mungkin saja bohong, maka sebaiknya anda datang langsung ke D'Jengkol yang buka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam ini, agar bisa membuktikan kebenarannya. Hehe.. Piss